detikBali

Tim Receveur dan Joao Ferrari Nyaris Berkelahi, Johnny Jansen Malah Senang

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Tim Receveur dan Joao Ferrari Nyaris Berkelahi, Johnny Jansen Malah Senang


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Pelatih Bali United, Johnny Jansen. /Krisna Pradipta
Foto: Pelatih Bali United, Johnny Jansen. (I Dewa Made Krisna Pradipta/detikBali)
Gianyar -

Saat Bali United tertinggal 2-3 oleh Borneo FC dalam pekan ke-32 Super League 2025/2026, Senin (11/5/) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, ada satu momen menarik perhatian. Bek asal Brasil, Joao Ferrari terlibat adu mulut bahkan nyaris baku hantam dengan sesama rekannya yakni Tim Receveur.

Joao sangat emosional terhadap Tim. Tak jelas apa penyebabnya, tapi tiba-tiba Joao terlihat marah besar terhadap gelandang asal Belanda itu. Sementara Tim lebih memilih cuek dengan ledakan emosi dari Ferrari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joao Ferrari juga ingin menghampiri Tim untuk meluapkan emosinya. Namun, berhasil diredam rekannya yang lain termasuk kapten Ricky Fajrin.

Insiden perkelahian sesama pemain Bali United ini nyaris mengulang kembali kejadian di tahun 2017. Kala itu, striker Sylvano Comvalius berdebat dengan Stefano Lilipaly ketika Bali United menghadapi PSM Makassar. Bahkan keduanya sempat saling adu fisik sebelum dilerai pemain lainnya.

ADVERTISEMENT

Momen antara Joao Ferrari dan Tim Receveur ini ternyata tak luput dari penglihatan pelatih Johnny Jansen. Ia mengaku jelas melihat ketegangan dua anak asuhnya tersebut. Namun Jansen tidak membela Tim atau Joao dan justru malah senang melihat perseteruan itu.

"Coba kita lihat dari sudut pandang berbeda. Mereka bersitegang bukan karena masalah pribadi tapi mereka berjuang untuk memenangkan pertandingan. Selain melawan musuh, mereka juga harus melawan teman sendiri. Justru itu yang bagus," ungkap Johnny Jansen, Selasa (12/5/2026).

Menurut Jansen, luapan emosi seperti itu menandakan pemain merasa pertandingan harus dimainkan dengan sungguh-sungguh untuk meraih kemenangan. Dan itu adalah hal yang wajar dalam sebuah pertandingan.

"Justru saya senang melihat perjuangan Ferrari, Tim, dan pemain lainnya," tegas Jansen.

Di luar itu, Jansen menyayangkan kekalahan 2-3 atas Borneo FC. Padahal, Bali United menguasai babak pertama dan mencetak banyak peluang. "Ada banyak peluang dan kembali tidak bisa cetak gol lebih. Saya kecewa dengan kekalahan ini," pungkasnya.




(hsa/nor)










Hide Ads