Pelatih Bali United, Johnny Jansen tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah asuhannya menang telak atas PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (6/4/2026). Dalam lanjutan pekan ke-25 Super League 2025/2026, Bali United menang besar 6-1 atas tamunya tersebut.
Sayangnya, kemenangan setengah lusin gol itu tak bisa disaksikan serta dirayakan oleh suporter. Mengingat Bali United sedang dalam sanksi oleh Komdis PSSI yakni dua laga kandang tanpa penonton.
"Tentu saja saya ingin suporter datang, karena itu akan menjadi motivasi pemain. Yang jelas kemenangan ini saya persembahkan untuk suporter," ujar Johnny Jansen seusai laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia begitu senang dengan hasil malam ini dan menganggap Serdadu Tridatu layak memenangkan laga. "Kami bermain sangat bagus dan total menguasai pertandingan setelah kebobolan," ujar Johnny Jansen.
Dalam laga tersebut, Bali United tertinggal lebih dulu lewat gol penalti. Namun pelan tapi pasti, Ricky Fajrin cs bangkit dan balik membabat tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.
Sementara pelatih PSBS Biak, Marian Mihail tidak bisa berkata lebih banyak dan tidak mau mencari alasan atas kekalahan telak ini. "Tentang skor hari ini saya tidak bisa berkata apa-apa. Bali United berada di atas kami dan tidak ada yang harus disalahkan," tegasnya.
Dia juga optimistis masih ada sisa pertandingan untuk membawa PSBS Biak keluar dari zona degradasi. Selain itu persaingan di papan bawah menurutnya sangat ketat dan lima tim memiliki peluang menjauh dari zona merah.
"Pengalaman saya dua tahun lalu, tim yang memiliki poin 37 atau 38 bisa bertahan. Tapi musim ini saya lihat tidak memungkinkan, tapi masih punya harapan. Sekarang tergantung pemain harus punya motivasi untuk bisa bertahan di Super League," pungkasnya.
(hsa/hsa)