detikBali

Respons PSSI soal Polemik Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia di Belanda

Terpopuler Koleksi Pilihan

Respons PSSI soal Polemik Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia di Belanda


Yanu Arifin - detikBali

Deventer, Netherlands - October 5: Dean James of Go Ahead Eagles dribbles with the ball under pressure from Sami Ouaissa of NEC Nijmegen during the Dutch Eredivisie match between Go Ahead Eagles and NEC Nijmegen at De Adelaarshorst on October 5, 2025 in Deventer, Netherlands. (Photo by Marcel ter Bals/DeFodi Images/DeFodi via Getty Images)
Dean James. (Foto: Marcel ter Bals/DeFodi Images/DeFodi via Getty Images)
Denpasar -

PSSI buka suara terkait masalah kewarganegaraan atau paspoortgate yang menimpa pemain Timnas Indonesia di Belanda. PSSI menyebut pemain Timnas Indonesia yang tersandung masalah tersebut tetap sah menurut hukum di Indonesia.

"Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia," ujar Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, dikutip dari detikSport, Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumardji mengatakan para pesepakbola itu banyak yang lahir, besar, hidup, dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Menurutnya, mereka telah memutuskan menjadi WNI. Ia menilai keputusan para pemain itu merupakan bukti mereka memiliki kecintaan dan pengabdian terhadap tanah air.

"Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda," jelas Sumardji.

ADVERTISEMENT

Saat ini, status kewarganegaraan sejumlah pemain diaspora Timnas Indonesia dipermasalahkan di Belanda. Polemik itu kemudian dikenal dengan istilah Paspoortgate. Mereka adalah Dean James, Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Tim Geypens (Emmen).

Kasus ini bermula saat NAC Breda melaporkan Dean James, pemain Indonesia yang membela Go Ahead Eagles. James dianggap tak layak dimainkan Eagles karena sudah pindah warga negara dari Belanda ke Indonesia.

Adapun, syarat administrasi James dipermasalahkan NAC Breda setelah kalah 0-6 di laga tersebut. Pesepakbola berusia 25 tahun itu dianggap memerlukan izin kerja baru hingga gaji yang sesuai standar pemain non-Eropa, yang belum diurus klub atau si pemain sendiri.

NAC Breda lantas mengadukan permasalahan tersebut ke KNVB dan menuntut agar laga diulang. KNVB pun merespons dengan menerima aduan itu. Meski laga tidak akan diulang, penyelidikan mengenai status kewarganegaraan Dean James berlanjut dan kini dampaknya makin melebar.

Dean James dan pemain diaspora Indonesia lainnya diparkir klub masing-masing. Bahkan, mereka tidak boleh berlatih sementara di klub.

Polemik ini tak hanya menimpa pemain asal Indonesia. Pemain dari Cape Verde, Suriname, dan Curacao menghadapi situasi yang sama.

Sumardji menerangkan Paspoortgate bisa menjadi semacam bentuk pengorbanan para pemain yang memilih membela Timnas Indonesia. Ia menyebut masalah ini murni karena persoalan administrasi di Belanda.

"Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda," ungkap Sumardji.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads