detikBali

Tuduhan Rasis Berujung Sanksi, Prestianni Siap Gugat Vinicius dan Mbappe

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tuduhan Rasis Berujung Sanksi, Prestianni Siap Gugat Vinicius dan Mbappe


Bayu Baskoro - detikBali

LISBON, PORTUGAL - FEBRUARY 17: Kylian Mbappe of Real Madrid speaks to Gianluca Prestianni of SL Benfica during the UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off First Leg match between SL Benfica and Real Madrid C.F. at Estadio do SL Benfica on February 17, 2026 in Lisbon, Portugal. (Photo by Angel Martinez/Getty Images)
Gianluca Prestianni akan menggugat Vinicius dan Mbappe. (Foto: Getty Images/Angel Martinez)
Denpasar -

Gianluca Prestianni tak tinggal diam setelah dijatuhi sanksi sementara oleh UEFA. Pemain Benfica itu mempertimbangkan menggugat Vinicius Junior dan Kylian Mbappe atas tuduhan rasisme yang membuatnya absen pada leg kedua melawan Real Madrid.

Melansir detikSport, Selasa (24/2/2026), Prestianni sebelumnya dituding menghina Vinicius secara rasial dalam laga Benfica vs Real Madrid di Lisbon akhir pekan lalu. Tudingan tersebut menguat setelah Mbappe mengklaim mendengar pemain asal Argentina itu memanggil Vinicius 'monyet' sebanyak lima kali.

Laporan dugaan rasisme kemudian dikirim Real Madrid ke UEFA. Otoritas sepakbola Eropa itu membentuk tim investigasi untuk menyelidiki insiden tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah proses penyelidikan, UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada Prestianni pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026). Hukuman itu bersifat sementara hingga investigasi rampung.

ADVERTISEMENT

Benfica sudah mengajukan banding atas sanksi yang diterima pemainnya tersebut.

Bantah Tuduhan Rasisme

Gianluca Prestianni dengan tegas membantah dirinya menghina Vinicius secara rasial. Dia mengklaim memanggil pemain asal Brasil itu 'homo' dan bukan 'mono' (monyet dalam bahasa Spanyol).

Menukil El Chiringuito, Prestianni berencana mengajukan tuntutan kepada Vinicius dan Mbappe ke UEFA, FIFA, serta otoritas peradilan Portugal. Pemain berusia 20 tahun itu menilai tuduhan rasis yang dialamatkan kepadanya tidak benar dan telah merusak reputasinya.

Prestianni dinilai dapat menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan kesaksian palsu terhadap Vinicius dan Mbappe.

Keputusan akhir UEFA menjadi faktor kunci dalam langkah hukum yang akan ditempuh Prestianni. Jika hasil investigasi menyatakan dirinya tidak bersalah, peluang untuk menuntut Vinicius dan Mbappe terbuka.

Selain menggugat dugaan pencemaran nama baik, Prestianni juga berpotensi menuntut kompensasi finansial serta permintaan maaf secara terbuka dari dua pemain Real Madrid tersebut.




(dpw/dpw)










Hide Ads