Pelatih Como, Cesc Fabregas, marah kepada Alvaro Morata yang mendapat kartu merah saat melawan Fiorentina. Sang bomber dinilai terpancing emosi dan diminta belajar menahan diri.
Dalam laga Serie A di markas Como pada akhir pekan lalu, Morata menerima dua kartu kuning di penghujung babak kedua. Kartu kuning pertama didapat pada menit ke-88 setelah terlibat friksi dengan Rolando Mandragora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu menit berselang, Morata kembali diganjar kartu kuning karena menanduk Luca Ranieri. Akibatnya, ia harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Dalam kondisi tertinggal 1-2, Como gagal memanfaatkan sisa waktu pertandingan untuk menyamakan skor. Bermain dengan 10 orang membuat tuan rumah kesulitan menekan hingga laga berakhir.
Fabregas pun meluapkan kekecewaannya atas insiden tersebut.
"Provokasi adalah bagian dari sepakbola. Mereka yang tak bisa menerimanya sebaiknya melakukan hal lain saja," ujar Fabregas terkait insiden itu, dikutip dari detikSport.
"Dia (Morata) pemain veteran, saya berharap lebih darinya, karena batas antara menang dan kalah sangat tipis," imbuhnya.
"Saya tak suka beralasan. Kamu harus fokus dengan permainanmu. Jangan sampai terpengaruh omongan orang lain," tegas pelatih asal Spanyol itu.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri tren tak terkalahkan Como dalam lima pertandingan sebelumnya. Hasil itu membuat Como turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A dengan 41 poin.
Morata bergabung dengan Como pada musim panas lalu dengan status pinjaman dari AC Milan. Hingga kini, ia baru mencetak satu gol dari 18 penampilan di seluruh kompetisi.
(dpw/dpw)










































