Usut Kekerasan Prajurit di Kanjuruhan, Panglima TNI Minta Kirim Video

Usut Kekerasan Prajurit di Kanjuruhan, Panglima TNI Minta Kirim Video

Tim detikcom - detikBali
Senin, 03 Okt 2022 16:28 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Wildan Noviansyah/detikcom)
Foto: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Wildan Noviansyah/detikcom)
Bali -

Beredar video prajurit TNI melakukan kekerasan terhadap penonton saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Terkait hal itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan akan memproses pidana prajurit. Namun Andika meminta publik mengirimkan bukti video.

"Kita juga mengimbau apabila ada video-video lain yang beredar kan ada beberapa ya ada dua atau tiga versi. Tetapi kalau ada video lain yang juga memperlihatkan secara clear kita akan bisa menindaklanjuti sebanyak mungkin," kata Andika di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Andika mengatakan video tersebut nantinya akan memudahkan Mabes TNI dalam melakukan investigasi dan proses hukum. TNI akan memproses pidana oknum terlibat kekerasan terhadap suporter.


"Kami juga sambil menunggu nih apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke kami, siapa tahu ada penonton yang saat itu juga mengambil video yang bisa jadi bahan melengkapi investigasi dan proses hukum," ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat bisa mengirimkan video tersebut kepada Pusat Penerangan (Puspen) Mabes TNI ataupun ke dirinya secara langsung.

"Ke Puspen boleh, ke saya boleh," imbuhnya.

Andika mengatakan TNI akan melakukan investigasi. Dia mengatakan aksi kekerasan kepada pendukung sepakbola merupakan di luar kewenangan.

"Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin, tetapi pidana, karena itu sudah sangat berlebihan," jelas Andika.

Mahfud Md Minta Proses Oknum TNI
Diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menindak bila ada prajurit yang bersikap berlebihan dalam pengamanan pertandingan tersebut.

Arahan ini disampaikan terkait beredarnya video aparat TNI melakukan kekerasan kepada suporter sepakbola. Namun, Mahfud menegaskan video tersebut akan diteliti dulu faktanya.

"Kepada Panglima TNI juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai aturan yang berlaku karena di dalam video-video yang beredar, ada juga tampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya," ujar Mahfud.

"Apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua," tambahnya.

Korban Meninggal 125 Orang

Menko PMK Muhajir Effendy menyampaikan total korban tragedi Kanjuruhan sebanyak 488 orang. Jumlah tersebut merupakan data akumulasi korban meninggal dan juga luka-luka.

"Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban," kata Muhadjir usai melakukan rapat koordinasi di Pendopo Panji, Kepanjen, Malang, dilansir detikJatim, Senin (3/10).

Muhajir merinci dari 448 korban itu, sebanyak 302 orang di antaranya mengalami luka ringan, 21 orang luka berat, dan 125 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pihak kepolisian akan melakukan investigasi kasus ini. Selain itu akan dilakukan upaya mitigasi yakni dengan langkah trauma healing terhadap para suporter Arema FC.



Simak Video "DPR Tunggu Surat Jokowi Terkait Pengganti Jenderal Andika"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/dpra)