NTB Deflasi 0,56% pada Oktober 2026

Sui Suadnyana, Nathea Citra - detikBali
Senin, 02 Nov 2026 22:19 WIB
Foto: Lapak penjual daging ayam di pasar tradisional di Mataram. (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Laju pergerakan harga di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami deflasi sebesar 0,56% pada Oktober 2026. Penurunan harga tersebut didominasi kelompok komoditas ikan dan daging ayam ras.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin, menjelaskan penurunan harga ikan dipicu oleh peningkatan hasil tangkapan nelayan. Jumlah tangkapan ikan yang melonjak menyebabkan pasokan di pasar melimpah.

"Peningkatan hasil tangkapan ini diduga turut dipengaruhi oleh kondisi musim serta arus laut yang mendukung keberadaan ikan di sekitar wilayah tangkapan nelayan," kata Wahyudin saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, penurunan harga daging ayam ras disebabkan karena permintaan turun setelah hari besar keagamaan nasional (HBKN) berakhir.

Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama deflasi pada Oktober 2026 adalah ikan layang sebesar 0,24%, daging ayam ras 0,15%, ikan tongkol 0,09%, cumi-cumi 0,08%, serta udang basah 0,06%.

Komoditas lain yang turut memberikan andil terhadap deflasi adalah bawang merah, emas perhiasan, dan tarif angkutan udara. Penurunan harga bawang merah disebabkan stok yang melimpah lantaran masa panen di beberapa daerah masih berlangsung.

"Sementara itu penurunan tarif angkutan udara merupakan bagian dari strategi maskapai untuk menarik minat masyarakat dalam pembelian tiket pesawat. Adapun penurunan harga emas perhiasan sejalan dengan perkembangan harga emas dunia," ucap Wahyudin.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, yakni cabai merah, kol putih, air kemasan, tomat, dan sepeda motor. Kenaikan harga cabai merah, ujar Wahyudin, disebabkan pasokan terbatas akibat hasil panen yang kurang optimal dipicu cuaca ekstrem.

"Hal serupa juga terjadi pada komoditas kol putih/kubis yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi akibat berkurangnya pasokan dari luar daerah. Sementara itu, kenaikan harga air kemasan dan sepeda motor berkaitan dengan kebijakan penyesuaian harga oleh produsen," ungkap Wahyudin.

Komoditas penyumbang inflasi pada Oktober 2026 meliputi cabai merah sebesar 0,06%, kol putih 0,05%, air kemasan 0,03%, tomat 0,03%, serta sepeda motor 0,02%.



Simak Video "Video K-Talk: Aksi Sosial Fans NCT Bantu Tangani Karhutla-Pascagempa NTT"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork