detikBali

ITDC Ungkap Perputaran Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun

Terpopuler Koleksi Pilihan

ITDC Ungkap Perputaran Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun


Edi Suryansyah - detikBali

MotoGP - Indonesian Grand Prix - Mandalika International Street Circuit, Mandalika, Indonesia - October 11, 2026 Aprilia Racings Marco Bezzecchi and Trackhouse MotoGP Teams Raul Fernandez in action during the MotoGP race REUTERS/Willy Kurniawan
MotoGP Mandalika 2026. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Lombok Tengah -

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengungkap hasil kajian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menunjukkan perputaran ekonomi pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencapai Rp 5,2 triliun. Angka tersebut melampaui target awal sebesar Rp 5 triliun.

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengungkapkan perputaran ekonomi yang dimaksud berasal dari sejumlah sektor. Mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat selama ajang balap motor dunia itu berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Total pengunjung 157 ribu itu berdampak kepada dampak ekonomi sebesar Rp 5,2 triliun. Target yang kami canangkan adalah Rp 5 triliun," kata Troy kepada awak media saat ditemui di Pullman Hotel Mandalika, Selasa (27/10/2026) malam.

Troy mengatakan meningkatnya jumlah penonton yang hadir langsung ke Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, sangat berdampak terhadap berbagai sektor usaha. Mulai dari usaha kuliner, kerajinan tangan, suvenir, akomodasi, hingga transportasi.

ADVERTISEMENT

"Kalau tahun lalu kita dapat Rp 4,9 triliun, dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, sampai level desa, angka Rp 5 triliun ini Insyaallah bisa tercapai dengan baik," ujar Troy.

Rangkaian balapan MotoGP Mandalika 2026 telah berlangsung pada 9-11 Oktober lalu. Troy menyebut minat masyarakat membeli tiket MotoGP semakin meningkat. Tiket yang dipasarkan dalam periode satu pekan tersebut langsung habis terjual.

"Selain itu, kehadiran pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, juga sangat berpengaruh menjadi daya tarik bagi penonton. Masyarakat yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti kompetisi Moto3 tapi sekarang mengikuti dari awal," bebernya.

Di sisi ketenagakerjaan, Troy mencatat keterlibatan sekitar 3.900 tenaga kerja di NTB selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 16,7 persen. Sementara itu, jumlah marshal yang bertugas di Sirkuit Mandalika mencapai 437 orang.

"Yang paling menarik. Saya baru perhatikan bahwa tahun ini ada 20 marshal perempuan NTB yang bertugas yang awalnya hanya sembilan orang," kata Troy.

Selain itu, Troy menyebut dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 juga terlihat dari meningkatnya kebutuhan transportasi udara. Selama satu pekan, dia berujar, terdapat 66 penerbangan tambahan (extra flight) yang melayani sejumlah rute, termasuk Lombok-Jakarta dan Lombok-Bali.

"Penambahan penerbangan tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya mobilitas penonton dan wisatawan selama gelaran MotoGP," imbuhnya.

Meski demikian, Troy mengatakan angka perputaran ekonomi Rp 5,2 triliun yang disampaikan oleh ITB itu masih menunggu pembanding dari hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, saat event berlangsung, BPS telah menurunkan sekitar 60 petugas untuk melakukan pengumpulan data.

"Dengan data BPS ini nanti diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai aktivitas ekonomi dan dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika terhadap berbagai sektor di NTB," pungkasnya.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads