Kylian Mbappe kini menjadi musuh bersama rakyat China lantaran mengolok-olok sosok Mao Zedong. Belakangan, penyerang Real Madrid itu pun meminta maaf.
Dilansir dari detikSport, Mbappe kedapatan meledek Mao Zedong saat disinggung mengenai meme favoritnya dalam sebuah video tanya jawab singkat. Eks penyerang Paris Saint-Germain itu juga mengaku kerap menggunakan meme Mao Zedong-nya sebagai candaan dengan rekan-rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam wawancara baru-baru ini, saya menanggapi sebuah gambar tentang diri saya," kata Mbappe dalam pernyataan resmi.
"Komentar saya kurang tepat, dan sekarang saya mengerti bahwa itu menyakiti banyak orang di China dan juga komunitas Tionghoa di seluruh dunia," imbuhnya.
Aksi Mbappe yang mengolok-olok Mao Zedong itu rupanya terdengar sampai Negeri Tirai Bambu hingga membuat negara tersebut gaduh. Bahkan, dua brand besar asal China memutus kerja sama dengan Mbappe, yakni Dongpeng dan Mengniu.
Diketahui, Mao Zedong adalah pendiri negara China saat ini. Ia membangun negara China berhaluan komunis seperti yang sekarang dikenal pada 1949, atau setelah era perang saudara Tiongkok. Di China, mengolok-olok Mao Zedong dianggap merendahkan pendiri bangsa.
Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri juga menyayangkan pernyataan Mbappe itu. Selain meminta maaf, Mbappe mengeklaim dirinya tidak ada maksud untuk melecehkan Mao.
Baca juga: Mbappe Menangkan Madrid di Laga El Clasico |
"Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh kata-kata saya," kata Mbappe.
"Saya sama sekali tidak berniat seperti itu. Saya sangat menghormati rakyat China. dan sejarah mereka. Saya benar-benar menyesal," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)