Polisi mengungkap kronologi penemuan mayat perempuan telanjang di aliran kali Wae Kakor, Kelurahan Kakor, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perempuan yang memiliki riwayat penyakit epilepsi itu diketahui bernama Lusia Jeria (25), warga Kampung Lengor, Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Manggarai.
Kasi Humas Polres Manggarai AKP Gusti Putu Saba Nugraha, mengungkapkan jasad Lusia pertama kali ditemukan oleh warga bernama Largus Lambu (56). Menurutnya, Largus saat itu sedang mencari kayu bakar di sekitar lokasi lokasi penemuan mayat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan keterangan awal, saksi Largus Lambu menemukan jenazah korban terapung di aliran kali. Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melaporkan penemuan itu kepada Lurah Karot, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Polres Manggarai," jelas Nugraha.
Berdasarkan keterangan keluarga, Lusia diketahui meninggalkan rumah pada Jumat (23/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Lantaran tak kunjung pulang, keluarga kemudian melakukan pencarian di kebun milik orang tua Lusia dan di sekitar Kampung Lengor.
Pencarian dilanjutkan pada Sabtu (24/10) ke rumah sanak saudara di wilayah Ting, Kecamatan Wae Rii. Namun, Lusia tak kunjung ditemukan. Keluarga terus berupaya melakukan pencarian hingga akhirnya Damianus Kadas, saudara kandung Lusia, mendapatkan informasi penemuan mayat di Kelurahan Karot.
"Dia kemudian mendatangi lokasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah adik kandungnya yang sebelumnya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya," kata Nugraha.
Riwayat Epilepsi
Menurut keterangan keluarga, Lusia memiliki riwayat penyakit epilepsi. Lusia disebut kerap meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
"Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi sejak kecil dan penyakit tersebut disebut kerap kambuh. Keluarga juga menjelaskan bahwa korban selama ini terkadang meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan mereka," ungkap Nugraha.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, petugas menemukan sejumlah pakaian milik Lusia di sekitar aliran kali. Kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh dan belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
"Pada pemeriksaan fisik awal di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang tampak," ujar Nugraha.
Mayat Lusia selanjutnta dievakuasi ke RSUD Ruteng untuk menjalani pemeriksaan medis oleh dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisi mayat Lusia telah mengalami kekakuan. Lusia diperkirakan meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan.
"Dokter juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan fisik serta belum melihat gejala pembusukan," kata Nugraha.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tersebut dan informasi awal yang diperoleh, polisi menduga Lusia mengalami kekurangan oksigen setelah terjatuh ke aliran kali. Hal itu juga diduga berkaitan dengan riwayat penyakit epilepsi yang dideritanya.
"Namun, penyebab kematian tersebut merupakan dugaan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dan tidak dinyatakan sebagai kepastian melalui autopsi," tegas Nugraha.
Di sisi lain, keluarga telah menerima kematian Lusia sebagai takdir. Keluarga juga menolak autopsi terhadap mayat Lusia dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, jenazah Lusia telah dibawa ke rumah duka di kampung halamannya.
(iws/iws)