Manggarai Barat

Hari Terakhir Pencarian Jessica, Kapal Wisata Dilarang Melintas di 5 Perairan

Ambrosius Ardin - detikBali
Senin, 19 Okt 2026 09:18 WIB
Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban hilang Pinisi Feronia yang tenggelam di perairan TN Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (14/10/2026). Foto: Dok. Polres Manggarai Barat
Manggarai Barat -

Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian hari terakhir terhadap Veronica Beatrix Jessica (23), korban kapal pinisi Feronia tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (19/10/2026).

Untuk efektifitas operasi SAR tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo melarang kapal wisata melintasi area yang menjadi area pencarian Jessica. Wisatawan juga dilarang beraktivitas di perairan tersebut.

Area di TN Komodo yang harus dihindari kapal wisata selama operasi SAR itu yakni perairan Batu Bolong, perairan Mawan, perairan Siaba Kecil, perairan Siaba Besar, dan perairan Tatawa Kecil.

Larangan itu berlaku pukul 07.00-17.00 Wita. KSOP Kelas III Labuan Bajo telah mengeluarkan (Notice to Marinners (NtM) pemberitahuan kepada nakhoda kapal.

"Dalam rangka kelancaran serta efektivitas proses pencarian dan pertolongan korban KM. Feronia yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2026, pukul 07.00 s.d. 17.00 Wita, maka diimbau kepada seluruh nakhoda kapal untuk menghindari dan tidak melakukan aktivitas wisata pada perairan Batu Bolong, perairan Mawan, perairan Siaba Kecil, perairan Siaba Besar, dan perairan Tatawa Kecil," demikian isi NtM KSOP Kelas III Labuan Bajo tersebut.

Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Labuan Bajo Slamet Pujianta membenarkan larangan kapal wisata melintasi area yang menjadi lokasi pencarian Jessica.

"Sesuai isi NtM," kata Slamet dikonfirmasi Minggu (18/10/2026) malam.

Pencarian Jessica sudah berlangsung enam hari hingga Minggu (18/10/2026). Korban maupun bangkai kapal belum ditemukan.

7 Jam Memindai Jessica di Ruang Gelap Kapal Perang TNI AL

Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI Pulau Fani-731, ruangan gelap operasikan sonar pencarian korban pinisi Feronia tenggelam di perairan Batu Bolong, TN Komodo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (18/10/2026) (Ambrosius Ardin)

Sudah dua hari kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Pulau Fani-731, ikut mencari Jessica, yakni mulai 17-18 Oktober 2026. Kapal perang pemburu ranjau berusia tiga tahun buatan itu memindai korban dan bangkai kapal di bawah laut menggunakan sonar SIMET 7123 MK II.

Jangkauan pemindaian sonar hingga kedalaman 300 meter. Fokus pemindaian di perairan Batu Bolong dan sekitarnya, lokasi kapal tenggelam. Pemindaian sonar dioperasikan dari ruang gelap berukuran sekitar 4x7 meter di dek paling atas kapal buatan Jerman tersebut.
Ruangan itu berada di belakang anjungan kapal tersebut. Ruangan operasikan sonar itu merupakan Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI Pulau Fani-731.

detikBali berkesempatan memasuki ruangan tersebut, Minggu (18/10/2026) siang. Wartawan diizinkan mengambil gambar dan merekam video kecuali layar monitor operasi sonar.

Dalam ruangan gelap tersebut terdapat enam layar monitor. Ada tiga layar monitor yang digunakan saat pemindaian sonar untuk pencarian Jessica. Tiga perangkat lainnya tidak digunakan. Tiap layar monitor dioperasikan satu orang prajurit TNI AL.

Komandan KRI Pulau Fani-731, Letkol Laut (P) Indra Julia Purnomo bersama Forkompinda Kabupaten Manggarai Barat sempat melihat langsung pengoperasian donar di PIT KRI Pulau Fani-731 tersebut. Pencahayaan dalam ruangan itu berasal dari layar monitor.

Simak Video "Video: Kuota 1000 Wisatawan Perhari Ditolak Pelaku Wisata di Labuan Bajo"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork