Antonius Fernandez tak kuasa menyembunyikan kesedihannya setelah kehilangan putranya, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (sebelumnya ditulis Bharada). Polisi asal Kabupaten Flores Timur itu diduga dibunuh oleh juniornya di Mako Polairud Baharkam, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (16/10/2026).
Antonius mengenang anaknya sebagai sosok yang suka membantu dan mudah bergaul dengan siapa saja. Selama sekitar 6 tahun 7 bulan, putranya bertugas di wilayah Tangerang Selatan.
"Dia sosok yang suka membantu dan muda bergaul. Dia sudah bertugas 6 tahun 7 bulan di Polairud (Tanggerang Selatan). Dia tulang punggung keluarga," ujar Antonius dengan nada serak dan mata berkaca-kaca saat disambangi detikBali di rumah duka, Minggu (18/10/2026).
Antonius mengatakan Valdo awalnya bertugas di satuan Polairud selama tiga tahun sebelum kemudian pindah ke Poludara.
"Pertama di Polair, 3 tahun belakangan pindah ke Poludara. Anak laki-laki tunggal. Tidak pernah terpikirkan dengan keadaan seperti ini. Sakitnya luar biasa," imbuh Antonius saat mendengar kabar kematian anaknya.
Valdo merupakan satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara. Dia memiliki dua adik perempuan. Kepergian putranya meninggalkan duka mendalam bagi Antonius, yang mengaku masih terus teringat sosok anaknya itu.
"Ke tempat tidur juga pikiran jauh karena memang anak laki-laki dia sendiri," terangnya.
Antonius berharap proses hukum terhadap kasus yang menewaskan putranya tetap berjalan. Dia menduga kasus itu merupakan pembunuhan berencana.
"Ini pembunuhan berencana," tandasnya.
Sebelumnya, Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Informasi yang beredar, dia diduga dibunuh oleh sesama polisi yang merupakan juniornya pada kesatuan itu, pada Jumat (16/10/2026).
Jenazah Bharada Valdo tiba di Flores Timur, Sabtu siang, menggunakan pesawat Polri Casa P 4101. Ribuan warga memadati Bandara Gewayantana Larantuka.
Ratusan kendaraan roda dua dan empat mengular dari bandara menuju rumah duka San Dominggo, Larantuka, oleh personel Polairud.
Pengacara korban, Petrus Bala Pattyona, mengatakan saat ini tim pengacara masih mengumpulkan informasi, keterangan, dan bukti-bukti terkait kasus tersebut. Kuat dugaan, Valdo dibunuh oleh juniornya.
"Apa latar belakang kejadian tersebut, motifnya, berapa pelakunya, karena infonya masih simpang siur," kata Bala, Sabtu (17/10).
Bala mengungkapkan, Dirpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Dadan, telah berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Hal itu disampaikan Dadan saat mengunjungi korban di RS Polri.
"Semalam di kamar jenazah RS Polri akan diusut tuntas. Yang jelas satu tersangka yang sudah ditahan unit Jatanras Polda Metro Jaya," imbuhnya.
Simak Video "Video: 2 Polisi Australia Tewas Ditembak di Victoria, Pelaku Masih Diburu"
(nor/nor)