Seorang petani bernama Yonatan Nenokatu (50) tewas terbakar saat terjadi kebakaran lahan di RT 09, Dusun IV, Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/10/2026) siang.
"Dalam peristiwa tersebut, seorang pria yang bekerja sebagai petani ditemukan meninggal dunia di lokasi," ujar Kasihumas Polres Kupang Ipda Lalu Randy Hidayat kepada detikBali, Sabtu malam.
Randy menuturkan kebakaran tersebut bermula dari aktivitas pembakaran lahan yang kemudian tak terkendali hingga api meluas dengan cepat.
Yonatan diduga terjebak dalam kepulan asap dan kobaran api. Namun, dugaan tersebut masih diselidiki polisi. Selain menewaskan korban, kebakaran itu juga menghanguskan satu bangunan permanen berukuran sekitar 3x10 meter.
"Lahan seluas kurang lebih satu hektare dan selang instalasi air juga terbakar," jelas Randy.
Menurut Randy, kebakaran itu pertama kali diketahui seorang warga yang mendengar teriakan sejumlah anak-anak di sekitar lokasi. Warga tersebut kemudian melihat kepulan asap tebal membubung tinggi dari area lahan yang terbakar.
Mengetahui kejadian itu, sejumlah warga langsung menuju lokasi untuk berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat meluas hingga membakar bangunan permanen yang berada di area tersebut.
Sekitar 30 menit kemudian, upaya pemadaman dilanjutkan menggunakan mobil tangki air. Setelah api berhasil dipadamkan, pemilik lahan bersama warga mencari Yonatan yang sebelumnya belum diketahui keberadaannya.
Dalam proses pencarian, Yonatan ditemukan dalam posisi terlungkup di tengah kebun dengan kondisi tubuh terbakar dan sudah meninggal dunia. Mengetahui hal tersebut, personel Polsek Kupang Barat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Kupang dan petugas medis Puskesmas Nekamese.
Petugas turut membantu mengevakuasi jenazah ke rumah duka. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan bersedia membuat surat penolakan autopsi, sesuai keterangan dalam laporan kepolisian.
"Tubuh korban mengalami luka bakar berat akibat kebakaran," ungkap Randy.
Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "
(dpw/dpw)