detikBali
Round Up

Tragedi di TN Komodo, Turis Wanita Hilang Terjebak dalam Kapal Tenggelam

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Tragedi di TN Komodo, Turis Wanita Hilang Terjebak dalam Kapal Tenggelam


Tim detikBali - detikBali

Evakuasi penumpang kapal wisata tenggelam di TN Komodo, Selasa (13/10/2026).
Foto: Evakuasi penumpang kapal wisata tenggelam di TN Komodo, Selasa (13/10/2026). (Ambrosius Ardin/detikBali)
Manggarai Barat -

Kecelakaan kapal wisata kembali terjadi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026). Satu wisatawan perempuan masih hilang. Korban yang bernama Veronica Beatrix Jessica (23) itu terjebak di dalam kapal.

Peristiwa tenggelamnya kapal pinisi bernama Feronia itu terjadi di perairan Batu Bolong. "Satu orang penumpang lainnya dilaporkan masih terjebak di dalam badan kapal," ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Selasa (13/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Veronica diketahui merupakan warga negara Indonesia (WNI). Kapal yang ditumpanginya tenggelam sekitar pukul 15.02 Wita. Tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga pukul 18.00 Wita, tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

ADVERTISEMENT

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan pencarian Veronica terkendala jarak pandang dan arus laut. Menurutnya, pencarian korban dilanjutkan Rabu (14/10/2026).

"Jarak pandang yang terbatas dan arus laut menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi SAR hari ini. Pencarian akan dilanjutkan pada hari kedua, Rabu," ujar Fathur.

Diketahui, kapal wisata itu mengangkut 25 wisatawan dan lima kru. Wisatawan tersebut terdiri dari 21 turis asing berbagai negara dan empat orang wisatawan domestik, termasuk Veronika. Sebanyak 24 wisatawan dan lima kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Kapal pinisi itu berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo tadi pagi dengan tujuan Pulau Rinca, TN Komodo. Kapal itu tenggelam diterjang arus kuat dalam perjalanan pulang ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Kecelakaan terjadi seusai wisatawan menyelesaikan aktivitas menyelam (diving) di perairan Manta.

"Hingga pukul 18.00 Wita, sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi, sementara 1 orang penumpang atas nama Veronica Beatrix Jessica, berusia 23 tahun, warga negara Indonesia, masih dalam pencarian. Hingga saat ini, hasil pencarian masih nihil," kata Fathur.

Fathur mengatakan pencarian Veronica terkendala jarak pandang dan arus laut. Pencarian korban dilanjutkan besok.

"Jarak pandang yang terbatas dan arus laut menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi SAR hari ini. Pencarian akan dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (14/10)," ujar Fathur.

Kronologi Kapal Tenggelam

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto membeberkan kronologi tenggelamnya kapal. Menurut Stephanus, kapal tenggelam akibat dihantam arus kuat saat air pasang tertinggi.

"Saat melintasi perairan sekitar Tatawa Besar, kapal dihantam oleh arus kuat hingga terbalik," ujarnya.

Stephanus mengatakan nakhoda kapal diduga terlambat mengantisipasi arus kuat saat air pasang tertinggi di perairan tersebut. Kendati demikian, penyebab pasti masih proses investigasi lebih lanjut.

"Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi lebih lanjut," ujar Stephanus.

Kapal dengan tonase GT 51 itu berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo tadi pagi dengan tujuan Pulau Rinca, TN Komodo. Kapal itu tenggelam dalam perjalanan pulang ke pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Kecelakaan itu terjadi seusai wisatawan menyelesaikan aktivitas menyelam (diving) di perairan Manta. Kapal tenggelam saat melintasi perairan Tatawa Besar.

"Berdasarkan informasi awal dari salah satu awak kapal, KM. Feronia sebelumnya mengangkut penumpang yang telah selesai melakukan diving di perairan Manta dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Marina," jelas Stephanus.

Penjelasan Nakhoda

Nakhoda kapal, Isran, mengungkap detik-detik kapal itu tenggelam diterjang arus kuat. Menurut dia , kapal dengan tonase GT 51 itu dihantam arus dari sisi kiri kapal hingga tenggelam.

"Kapal hanya dihantam arus, terus kapal terbalik," kata Isran seusai evakuasi penumpang kapal di pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selasa malam.

Menurut dia, cuaca masih bagus saat kecelakaan kapal itu terjadi. Hanya terjadi harus kencang di lokasi kejadian.

"Cuaca bagus, hanya arusnya kencang," ujar Isran.

Saat kecelakaan terjadi, ujar dia, penumpang berada di upper deck (geladak atau lantai bagian atas kapal). Satu orang terjebak dalam toilet kapal. Penumpang yang terjebak dalam toilet ini satu-satunya penumpang yang belum ditemukan. Penumpang lain dan kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.

"Posisi tamu ada di upper deck dan satu orang di toilet," kata Isran.

Saat kapal tenggelam, Isran mengaku langsung membuka life raft untuk evakuasi penumpang. Saat itu dia belum tahu ada penumpang terjebak dalam kapal.

"Saya hanya fokus ke tamu, terus buka life raft, tamu naik, dah gitu saja," terang Isran.

Dia baru mengetahui ada penumpang tertinggal dalam kapal setelah menghitung seluruh penumpang dan kru yang berhasil dievakuasi. Adapun penumpang yang terjebak di dalam kapal itu adalah WNI bernama Veronica Beatrix Jessica (23).

"Itu setelah kami hitung jumlah tamu dengan guide baru saya tahu ada orang (tertinggal dalam kapal)," kata Isran.



(hsa/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads