Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali membuat warga harus berburu bensin hingga berjam-jam. Antrean kendaraan mengular hingga 1 kilometer dan memicu kemacetan di sejumlah wilayah.
Seorang perempuan bahkan pingsan setelah mengantre, sementara pengemudi ojek online (ojol) kehilangan penghasilan karena harus mencari BBM.
Kondisi tersebut terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Di tengah keluhan warga, Gubernur Bali Wayan Koster meminta Pertamina membenahi pasokan. Pertamina kemudian mengungkap kendala bongkar muat kapal tanker sebagai salah satu penyebab kelangkaan dan menyiapkan tambahan pasokan BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrean BBM Merembet hingga Pertamini
Antrean tak hanya terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi juga di pedagang bensin eceran atau Pertamini. Di Jalan Pulau Tarakan, Denpasar, antrean kendaraan terlihat pada Senin (12/10) malam.
Seorang warga bernama Aries mengaku telah berkeliling selama sekitar satu jam dan mendatangi empat SPBU sebelum mencari bensin di pengecer. Setelah mengantre sekitar 20 menit, ia tetap tidak mendapatkan BBM karena stok habis.
Pemilik Pertamini, Akmal Yadi, mengatakan pasokan 90 liter yang diterimanya sekitar pukul 21.15 Wita habis pada pukul 23.00 Wita.
Pertalite Kosong, Warga Berburu Pertamax
Di Klungkung, warga mengantre Pertamax di tiga SPBU, yakni SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih, pada Selasa (13/10). Kondisi itu terjadi setelah stok Pertalite kosong.
Kelangkaan juga terjadi di Buleleng. Warga harus mendatangi sejumlah SPBU untuk mendapatkan BBM. Di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, antrean kendaraan terlihat mengular.
Seorang warga asal Desa Tajun, Suanda (61), bahkan membawa sebotol bensin cadangan karena khawatir kehabisan bahan bakar di perjalanan.
Antrean Mengular, Jalanan Macet
Di Badung, antrean kendaraan di SPBU Dalung-Abianbase menyebabkan arus lalu lintas menuju Dalung, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, hingga Kerobokan tersendat. Kemacetan di Jalan Raya Buduk mengular hingga sekitar 1 kilometer.
Di Denpasar, antrean BBM memperparah kepadatan di simpang Jalan HOS Cokroaminoto-Gatot Subroto (Gatsu). Pada Selasa siang, antrean kendaraan dari arah utara dan selatan Jalan Cokroaminoto mencapai sekitar 500 meter.
Ojol Kehilangan Penghasilan, Sopir Wisata Waswas
Kelangkaan BBM turut memukul warga yang menggantungkan penghasilan pada kendaraan. Seorang pengemudi ojol bernama Dodik terpaksa menonaktifkan aplikasi saat mengantre di SPBU kawasan Renon, Denpasar.
Ia mengaku telah mendatangi empat SPBU sebelum memutuskan mengantre di lokasi tersebut. Waktu yang tersita untuk mencari bensin membuatnya kehilangan kesempatan menerima pesanan.
Di Kintamani, Bangli, sopir jeep wisata juga berburu Pertalite agar kendaraan tidak mogok saat mengantar wisatawan ke kawasan black lava dan sunrise point Gunung Batur. Antrean di SPBU Jalan Raya Penelokan mencapai sekitar 200 meter.
Perempuan Pingsan karena Antre Berjam-jam
Polisi membantu mengamankan pengendara yang pingsan saat antre mengisi BBM di SPBU Latu Abiansemal, Badung, Selasa (13/10/2026). Foto: Dok. Polsek Abiansemal |
Antrean BBM juga berujung insiden di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Selasa pagi. Seorang perempuan warga Desa Bongkasa pingsan sekitar pukul 09.00 Wita setelah mengantre selama berjam-jam.
Korban diduga pingsan akibat kelelahan karena kondisi fisiknya kurang fit. Petugas kepolisian bersama petugas SPBU memberikan pertolongan sebelum korban dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1.
Koster Panggil Pertamina
Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga ke rumah jabatan Jaya Sabha, Denpasar, pada Senin (12/10). Koster meminta penjelasan mengenai antrean panjang di sejumlah SPBU dan mendesak perbaikan pasokan serta distribusi BBM.
Pada Selasa, Koster menyebut kepanikan masyarakat turut memicu antrean. Warga yang khawatir kehabisan bensin mengisi BBM secara bersamaan sehingga stok di SPBU cepat habis.
Koster mengimbau masyarakat tidak panik dan memastikan pasokan BBM di Bali tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga.
Pertamina Ungkap Kendala Bongkar Muat
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkap salah satu penyebab kelangkaan BBM adalah kendala bongkar muat kapal tanker. Kapal tersebut mengalami kesulitan memasang jangkar sehingga proses bongkar muat yang dijadwalkan pukul 06.30 Wita baru berlangsung pukul 22.00 Wita.
Simon menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bali yang terdampak kelangkaan BBM tersebut.
92 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam
Pertamina menyatakan telah mendatangkan 19,2 juta liter Pertalite pada Selasa (13/10). Pasokan tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan selama 6-7 hari, dengan konsumsi Pertalite di Bali mencapai 2-3 juta liter per hari.
Selain itu, sebanyak 3 juta liter Pertamax juga telah tiba di Bali. Pertamina berencana menyalurkan tambahan Pertalite dan Pertamax secara bertahap.
Untuk mengurai antrean, sebanyak 92 SPBU di Denpasar dan Badung disiapkan beroperasi selama 24 jam mulai Selasa malam. SPBU di Gianyar dan Tabanan juga disiapkan menerapkan kebijakan serupa dalam 1-2 hari berikutnya.
Lihat juga Video 'Bali Krisis BBM, Antrean Horor di Mana-mana!':
(dpw/dpw)
