Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi terhadap perjuangan Veda Ega Pratama dan Mario Aji yang berlaga di ajang MotoGP Mandalika 2026, Minggu (11/10/2026).
Mario Aji menyelesaikan balapan 22 lap di Mandalika. Mario harus puas berada di urutan 19 di sirkuit kebanggaan Indonesia itu. Nasib lebih baik didapat pebalap di kelas Moto2, Veda Ega yang sukses mengamankan posisi finis di peringkat ke-6.
Iqbal menilai pencapaian tersebut diraih melalui perjuangan yang luar biasa. Apa pun hasil yang dicapai Mario Aji dan Veda Ega, kedua rider anyar Indonesia itu sudah menyelesaikan balapan dengan menampilkan performa gemilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat kita, yang penting dia bisa menyelesaikan seluruh sesi balapan ini dengan selamat, dengan baik. Dia mau menang, tidak menang, naik podium, atau tidak naik podium, mereka tetap local hero kita," ujar Iqbal saat berkunjung di Media Center Indonesia, Minggu (11/10/2026).
Menurut mantan Duta Besar RI untuk Turki itu, bisa menembus dan bersaing di kompetisi balap motor level dunia seperti kelas Moto2 dan Moto3 bukanlah perkara mudah. Perjuangan yang harus dilalui para pembalap Tanah Air sangat berat, sehingga apapun hasil akhirnya, mereka tetap pahlawan lokal yang harus kita banggakan.
"Karena untuk bisa bertanding di level ini saja, itu perjuangannya luar biasa. They are still. Apapun yang terjadi, they are still our hero," tegas Iqbal.
Iqbal mengaku menyesal, tidak memberikan 'sembeq' atau ritual minta keselamatan kepada Veda Ega dan Mario Aji. Dia mengaku terlalu fokus terhadap pebalap MotoGP Marc Marquez saat Riders Parade di Kora Mataram.
"Ya lupa disembeq kemarin. Terlalu fokus pada Marquez. Tapi apa pun itu, mereka tetap pahlawan kita," tegasnya.
Di luar jalannya balapan, Iqbal memastikan ajang MotoGP 2026 ini dipastikan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat NTB. Ajang MotoGP Mandalika 2026 ditargetkan mencatatkan multiplier effect hingga kisaran Rp 4,8 triliun hingga Rp 5 triliun. "Harapan tahun ini bisa mencapai 5 triliun plus," ungkap Iqbal.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka pasti dari dampak ekonomi tersebut masih dalam tahap survei mendalam yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama pihak terkait. Hasilnya baru akan diumumkan setelah proses kajian selesai.