MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pebalap dunia. Gelaran balap motor internasional tersebut juga menjadi kesempatan agar produk lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal lebih luas.
Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTB berkolaborasi dalam menghadirkan produk lokal sebagai merchandise resmi MotoGP Mandalika 2026. Salah satu produk lokal yang dipilih adalah sapuk, ikat kepala khas masyarakat Sasak.
Selain sapuk, terdapat pula t-shirt, polo shirt, kerajinan rotan, gantungan kunci, dan sejumlah produk kreatif lokal lain. Produk lokal yang masuk daftar merchandise resmi MotoGP Mandalika 2026 telah melalui proses kurasi dan mendapatkan persetujuan MGPA serta Dorna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Filosofi Sapuk
Sapuk bukan sekadar aksesori khas Lombok. Produk tersebut membawa identitas budaya Sasak sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kreatif NTB kepada penonton MotoGP dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Sapuk menawarkan unsur budaya lokal yang lebih kuat dibandingkan merchandise lain yang selama ini banyak diisi kaos, polo shirt, topi hingga gantungan kunci. Sapuk yang diproduksi untuk merchandise MotoGP juga memadukan identitas budaya Sasak dengan motif yang berkaitan dengan Sirkuit Mandalika.
Di balik bentuknya sebagai ikat kepala, sapuk memiliki makna yang cukup dalam bagi masyarakat Sasak. Dalam busana adat Sasak untuk laki-laki, sapuk menjadi salah satu kelengkapan yang dikenakan di bagian kepala.
Salah satu makna yang melekat pada sapuk berkaitan dengan hubungan manusia dan Tuhan. Dikutip dari postingan Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, ikat kepala sapuk dimaknai sebagai simbol penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
Bentuk sapuk yang meruncing ke atas juga kerap dimaknai sebagai simbol kejantanan, keberanian, dan semangat juang. Sapuk bahkan dipandang seperti mahkota bagi laki-laki Sasak yang berkaitan dengan kehormatan dan martabat.
Sapuk juga tidak terlepas dari kehidupan sosial dan adat masyarakat Sasak. Ikat kepala tersebut digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan menjadi salah satu penanda identitas budaya masyarakat Sasak.
Ketika sapuk dibawa ke panggung MotoGP Mandalika, yang diperkenalkan bukan hanya bentuknya, tetapi ada identitas dan nilai budaya yang ikut diperkenalkan kepada para pengunjung.
Adaptasi Budaya Sesuai Zaman
Masuknya sapuk sebagai merchandise MotoGP menunjukkan elemen budaya tradisional dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Terlebih, produk tersebut kini hadir dalam sebuah ajang internasional yang menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata olahraga di Indonesia.
MGPA dan Gekrafs NTB memang menempatkan merchandise lokal sebagai salah satu cara untuk memperluas manfaat ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP. Bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif NTB, kesempatan tersebut membuka peluang agar produk lokal tidak hanya dibeli oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dikenal oleh wisatawan dan penggemar MotoGP dari berbagai negara.
(hsa/hsa)