Keberadaan bukit di ujung landasan Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI, Jumat (9/10/2026). Kondisi tersebut bisa menjadi ancaman keselamatan penerbangan khususnya pesawat berukuran besar di bandara internasional Komodo.
Komisi yang membidangi urusan infrastruktur hingga perhubungan itu mendorong bukit di ujung landasan dipotong dengan sistem cut and fill. Bukit itu bisa menjadi penghalang (obstacle) yang mengancam keselamatan penerbangan.
"Bandara internasional Komodo di NTT ini juga masih memerlukan penanganan lebih lanjut terutama terkait dengan cut and fill di ujung runway, dari ujung ke ujung dua-duanya ada obstacle ya ini membahayakan penerbangan," tegas ketua Komisi V DPR RI Lasarus seusai rapat dengan kementerian dan lembaga mitra kerja Komisi V di Labuan Bajo, Jumat sore.
Menurut Lasarus, penanganan ancaman keselamatan penerbangan di bandara internasional Komodo itu harus menjadi prioritas. Harus ditangani secepatnya.
"Ini kita minta ditangani cepat. Tadi disampaikan kurang lebih Rp 60 miliar anggaran yang diperlukan. Ini kami pastikan segera kita tangani karena menyangkut keselamatan penerbangan. Kita gak boleh tawar menawar ya, ini menjadi skala prioritas," tegas politikus PDI Perjuangan tersebut.
Dalam rapat itu juga didorong pengembangan terminal bandara internasional Komodo. Sebab saat ini penerbangan internasional dan domestik menggunakan terminal yang sama.
Sementara, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mendorong pelebaran landasan pacu bandara untuk bisa menampung pesawat besar dari luar negeri. Edi Endi juga mendorong pembangunan cargo di Bandara Internasional Komodo.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti rekomendasi komisi V DPR RI tersebut. Ceppy menjelaskan pemotongan bukit di ujung landasan itu bertujuan agar pesawat berukuran besar bisa masuk di bandara internasional Komodo.
"Pemotongan bukti dengan system cut and fill," ujar Ceppy.
Terkait dengan terminal bandara, jelas dia, saat ini masih menggunakan satu terminal untuk penerbangan domestik dan internasional. Terminal penerbangan internasional dan domestik hanya disekat.
"Sekarang (terminal penerbangan internasional dan domestik) gabung-gabung, sekat-sekat," kata Ceppy.
Simak Video "Video: Kunjungi Bandara Internasional Komodo, Ini Harapan AHY"
(hsa/hsa)