Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diberi amplop kosong, sementara peringkat III dapat Rp 100 ribu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima akhirnya merespons hal itu.
Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kabupaten Bima, Ahyani membenarkan kejadian itu. Ahyani mengaku pihaknya sudah mengecek langsung ke panitia MTQ dan Pemerintah Kecamatan Ambalawi.
"Kami sudah cek. Memang betul adanya. Kami sangat menyayangkan," ucap Ahyani dikonfirmasi detikBali, Rabu (23/9/2026).
Ahyani menjelaskan berdasarkan hasil pengecekan, panitia berasalan pemberian hadiah amplop kosong dan Rp 100 ribu itu karena keterbatasan anggaran. Ahyani menilai alasan itu cukup jangggal, karena keterbatasan anggaran dialami semua kecamatan.
"Pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Donggo misalnya, meski anggaran terbatas, juara MTQ kategori dewasa mendapat hadiah sebesar Rp 5 juta," katanya.
Ia menegaskan hadiah kegiatan MTQ di Kecamatan Ambalawi tidak ada kaitannya dengan Pemkab Bima termasuk Bupati dan Wakil Bupati Bima. Sebab pengelolaan dan kepengurusan kafilah MTQ berjenjang sesuai tingkatan.
"Kafilah MTQ dari tingkat desa diurus pemerintah desa, kafilah dari tingkat kecamatan diurus pemerintah kecamatan. Begitu seterusnya hingga level nasional," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya MTQ tingkat Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, NTB, heboh dan menuai sorotan. Musababnya, qori yang juara umum mendapat amplop kosong, sementara peringkat tiga cuma Rp 100 ribu.
Kejadian itu langsung diungkap pihak keluarga peraih juara melalui sosial media (medsos) Facebook Iwannda Kole. Pemilik akun kecewa kepada panitia, terlebih peraih juara MTQ berasal dari keluarga kurang mampu.
"Memang keluarga kami ekonominya di bawah rata-rata, tetapi tidak seharusnya kalian mempermainkan seperti itu," tulis Iwannda dikutip detikBali, Minggu (20/9).
Simak Video "Video: Inter Miami Ditahan Imbang San Diego, Messi Cetak Gol Lagi"
(dpw/dpw)