Senyum gembira terpancar dari wajah Khairunnisa. Qoriah kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini baru saja mengukir prestasi manis dengan menyabet juara 1 cabang qira'at mujawwad dewasa pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Nisa, sapaannya, bercerita ada perjuangan berat di balik merdunya lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan saat lomba. Demi tampil prima di panggung utama, Nisa rela menahan diri dari minuman es dan gorengan.
"Tentu ada tantangannya karena kita harus selalu menjaga kondisi ya, terutama kalau di tilawah itu kan tidak bisa makan es, jadi puasa es dan puasa gorengan selama 2 bulan. Itu lumayan sulit," kata Nisa sembari tersenyum saat ditemui di Mataram, Senin (21/9/2026).
Sebelum tampil di MTQ Semarang, Nisa terlebih dahulu mengikuti program pembinaan di Training Center (TC) yang jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Nisa mengikuti TC selama dua minggu dalam dua tahap di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) NTB.
Bahkan, saat jeda latihan di LPTQ, latihan tetap dilakukan secara mandiri. Bahkan, Nisa dan kontingen NTB tetap wajib melakukan program TC secara online selama 10 hari selama di rumah sebelum terbang ke Semarang.
"Jadi, walaupun sudah pulang, kita tetap TC online selama 10 hari. Jadi benar-benar intens dan hasilnya jauh lebih maksimal dibanding sebelumnya," ungkap Nisa bersyukur.
Menyabet juara 1 MTQ Nasional ke-31 Semarang bukanlah akhir bagi Nisa. Pada Oktober 2026, Nisa bakal bertolak ke Malaysia menjadi wakil resmi Indonesia di ajang MTQ Internasional Kuala Lumpur.
"Jadi sekarang pun tetap harus menjaga kondisi dan melanjutkan latihan. Nanti ada pembinaan lagi dari Ketua LPTQ. Sebelum berangkat, mungkin dua hari kita akan diinapkan untuk pemantapan latihan baru kemudian berangkat ke tingkat internasional," jelas Nisa optimis.
Simak Video "Video: Motif Laras Faizati Ajak Bakar Mabes Polri"
(hsa/hsa)