detikBali

Tren Journaling di Mataram, Corat-coret Melepas Stres

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tren Journaling di Mataram, Corat-coret Melepas Stres


Nathea Citra - detikBali

Suasana aktivitas journaling di salah satu kafe di Kota Mataram, Sabtu (19/9/2026).
Foto: Suasana aktivitas journaling di salah satu kafe di Kota Mataram, Sabtu (19/9/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Tren menulis jurnal harian atau journaling kini tengah digandrungi kalangan Gen Z dan Milenial di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aktivitas yang dulunya dikenal dengan 'curhat di buku harian' kini malah bertransformasi menjadi tren mindfulness. Sekaligus menjadi wadah ekspresi kreatif bagi anak muda.

Pantauan detikBali di beberapa kafe di Kota Mataram, tak sedikit anak muda hingga ibu muda anteng duduk santai berjam-jam sambil membawa buku catatan estetik, pulpen, dan stiker lucu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tuh bukan sekadar coret-coret saja, tapi ini bisa jadi sarana melepas stres dari tekanan pekerjaan misalnya," kata Aulia, salah satu warga Mataram, saat diwawancarai detikBali, Sabtu (19/9/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Aulia, aktivitas journaling ini bukan sekedar melepas stres saja, melainkan bisa menyimpan memori-memori penting dan rasa syukur ke dalam sebuah buku.

"Awalnya iseng-iseng karena lagi ngetren banget, di semua sosmed ramai banget tren journaling ini. Tapi setelah dijalanin beberapa bulan, banyak manfaatnya, khususnya buat kesehatan mental," ungkapnya.

"Dulu sibuk curhat ke teman, kalau lagi ada masalah, sekarang tinggal di tulis aja di journaling, rasanya plong banget," sambung dia.

Aulia mengaku rutin menulis kesehariannya di buku journalingnya. Dalam sehari ia bisa menyisihkan waktu 30 menit hingga satu jam untuk menuliskan seluruh isi pikirannya.

Senada dengan Aulia, Tia, salah satu warga Mataram mengaku rutin menulis journaling. Banyak manfaat yang ia dapat selama menulis.

"Selama journaling setahun terakhir, rasanya lebih mirip detoks. Kebiasaan main gadget sudah jauh berkurang, aktivitas dari pagi sampai malam diluapkan ke dalam journaling, lega banget rasanya," ujar Tia.

Ia mengungkapkan selama mengikuti tren journaling, Tia mengaku lebih bisa mengenal diri sendiri dan bisa lebih berkembang.

"Banyak banget manfaatnya. Dan ini juga saya terapkan ke anak-anak saya. Anak-anak saya jadi mulai suka menulis journaling," terangnya.

Sebagai informasi, journaling memiliki beragam jenis. Ada bullet journal alias bujo, gratitude journal, reflective journal, morning pages, brain dump, art journal, hingga travel journal.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads