Persiapan Motorcycle Grand Prix (MotoGP) 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dikebut. Salah satu pekerjaan yang tengah dilakukan adalah pengecatan lintasan atau track painting yang menjadi bagian dari persyaratan homologasi Federasi Internationale de Motocyclisme (FIM).
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Waroka mengatakan, pihaknya bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah memastikan proses pengecatan dilakukan secara detail untuk memenuhi standar penyelenggaraan MotoGP pada 9-11 Oktober 2026.
Pengecatan ini dilakukan sangat teliti. Bahkan, cat yang digunakan bukan produk biasa. Material cat didatangkan dari Italia karena harus memenuhi rekomendasi dan sertifikasi homologasi yang ditetapkan FIM.
"Track painting ini bukan hanya masalah beautifikasi daripada sirkuit, tetapi lebih kepada mematuhi rekomendasi sertifikasi homologasi yang harus kami penuhi," kata Troy saat mengecek kesiapan lintasan Sirkuit Mandalika, Kamis (17/9/2026).
Pekerjaan track painting, jelas Troy, ditargetkan selesai menjelang pelaksanaan MotoGP. Setelah seluruh pekerjaan rampung, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan kembali melakukan pengecekan hingga sirkuit dinyatakan resmi ditutup dari seluruh aktivitas menjelang balapan.
"Insyaallah ini akan selesai menjelang MotoGP. Setelah itu, kami akan lakukan lagi pengecekan ulang sampai nanti sirkuit dinyatakan ditutup resmi, tidak ada kegiatan sama sekali," terang Troy.
"Untuk progres track painting, pengerjaan saat ini telah mencapai sekitar 70%. Kemudian, untuk beberapa hal yang sifatnya minor, seperti perapian dan lain-lain, bisa kami selesaikan dalam waktu satu minggu sebelum kegiatan," beber Troy.
Cat yang digunakan juga memiliki karakteristik berbeda dengan cat pada umumnya. Meski sama-sama berbasis air (water-based), cat tersebut memiliki permukaan yang lebih kesat dan bersifat anti-slip.
"FIM bukan merekomendasikan, tetapi mewajibkan menggunakan produk yang sudah dihomologasi oleh FIM," ujar pria yang juga menjabat Direktur Operasional Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu.
Area yang mendapatkan pengecatan mencapai sekitar 60 ribu meter persegi. Meski proses persiapan terus dilakukan, aktivitas di lintasan masih berlangsung, termasuk kegiatan Mandalika Racing. Menurut Troy, aktivitas tersebut justru tetap diperlukan untuk menjaga
"Justru itu yang direkomendasikan oleh FIM untuk menjaga kondisi grip aspal. Kalau untuk perawatan race track, makin sering dipakai, kondisi grip itu makin bagus," terang Troy.
Karena itu, sejumlah kegiatan di lintasan tetap digelar di sela-sela persiapan MotoGP. Namun, setelah seluruh pekerjaan dan pengecekan selesai, sirkuit akan ditutup untuk memastikan kesiapan penuh menjelang hari pelaksanaan.
Sementara dari sisi tampilan, motif pengecatan lintasan tahun ini tidak mengalami perubahan. Motif yang digunakan tetap mengangkat unsur Sasambo sebagai identitas budaya daerah.
"Ini adalah motif yang merepresentasikan Sasambo. Itu yang coba kita pertahankan agar dunia bisa melihat, oh ini Lombok punya ciri khas yang kami presentasikan melalui motif," jelas Troy.
Selain pengecatan, kata Troy, sejumlah pekerjaan lain juga menjadi bagian dari pemenuhan standar homologasi. Salah satunya berkaitan dengan kondisi gravel di area keselamatan lintasan. Hal itu harus dipastikan memiliki tingkat kegemburan dan kedalaman sesuai standar FIM.
Proses pengerjaan gravel ini cukup rumit. Material tersebut akan dibajak agar tetap gembur dengan kedalaman minimal sekitar 25 sentimeter (cm). Selain itu, perangkat elektronik balap yang menjadi bagian dari persyaratan homologasi juga telah diselesaikan.
Simak Video "Video Balik ke Puncak Klasemen MotoGP, Marc Marquez 'Ngepur'?"
(hsa/hsa)