detikBali

Iqbal Pastikan NTB Siap Jadi Tuan Rumah MotoGP 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Iqbal Pastikan NTB Siap Jadi Tuan Rumah MotoGP 2026


Sui Suadnyana, Edi Suryansyah - detikBali

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (tengah baju putih), Dirut Injourney, Maya Watono (kebaya tengah), saat menyampaikan hasil rapat finalisasi persiapan MotoGP Mandalika 2026, di lantai tiga VIP Dulux Sirkuit Mandalika, Kamis (17/9/2026). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (tengah baju putih), dan Dirut Injourney, Maya Watono (kebaya tengah), menyampaikan hasil rapat finalisasi persiapan MotoGP Mandalika 2026, Kamis (17/9/2026). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, memastikan Motorcycle Grand Prix (MotoGP) di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, siap digelar pada 9-11 Oktober 2026. Hal itu dipastikan setelah seluruh pihak melakukan rapat koordinasi (rakor) finalisasi kesiapan.

"Alhamdulillah kesimpulan secara umum bahwa NTB sudah siap sebagai tuan rumah bersama Injourney memastikan bahwa MotoGP 2026 ini berlangsung dengan baik," kata Iqbal seusai memimpin Rakor Finalisasi persiapan MotoGP Mandalika 2026, di lantai tiga VIP Dulux Sirkuit Mandalika, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Iqbal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) serta Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah melakukan sejumlah improvement, mulai dari memastikan konektivitas, pengamanan, fasilitas, dan yang paling terpenting adalah inklusivitas pelibatan masyarakat NTB sebagai pekerja di Sirkuit Mandalika.

"Pelan-pelan bahwa MotoGP ini terasa sudah miliknya NTB, miliknya Lombok, harapan saya kepada masyarakat NTB karena ini milik kita, maka kita harus bersama-sama berkontribusi untuk memastikan kelancaran," ujar Iqbal.

ADVERTISEMENT

Eks Duta Besar (Dubes) Indonesiauntuk Turki ini memastikan penyelenggaraan MotoGP tahun ini harus menjadi yang terbaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mengingat, tahun ini merupakan MotoGP yang kelima diselenggarakan di Sirkuit Mandalika.

"Banyak hal yang sudah disiapkan oleh ITDC dan MGPA dan Injourney memastikan kesiapan kita lebih baik dan insyaallah MotoGP tahun ini akan menjadi MotoGP terbaik sejak penyelenggaraan pertama dahulu. Dan ini yang kelima," tegasnya.

Iqbal pun membeberkan animo penonton yang akan datang ke Sirkuit Mandalika tahun ini diprediksi akan jauh lebih banyak. Di sisi lain, dari segi lintasan dan fasilitas lain juga telah dibenahi sehingga MotoGP tahun ini betul-betul berhasil.

"Kemudian, ini juga kali pertama kita bukan hanya menjadi penonton saja, tetapi tahun ini ada dua pembalap lokal yang akan ikut dari Indonesia," imbuh Iqbal.

Iqbal juga menyinggung MotoGP Mandalika untuk pertama kali menampilkan Moto4. Laga itu akan banyak diikuti oleh pembalap cilik asal Indonesia sehingga akan menggaet minat penonton.

"Dan tahun ini akan ada banyak pembalap dari Indonesia di Moto4 yang mana pembalap itu dididik di Mandalika. Dan mereka sekarang sudah di Moto4 dan mereka nanti akan beranjak ke Moto3, Moto2," beber Iqbal.

Persiapan Capai 95%

Direktur Utama (Dirut) Injourney, Maya Watono, mengklaim persiapan penyelenggara pada perhelatan MotoGP Mandalila telah mencapai 95%. Kesiapan dilihat dari sejumlah hal, mulai dari fasilitas, lintasan, sumber daya manusia (SDM) hingga konektivitas transportasi.

"Sekarang kita bisa keliling Sirkuit untuk melihat trak yang sudah kita perbaiki dari sisi Sirkuit maupun konektivitas," kata Maya seusai mengikuti rakor.

Maya menilai, rakor finalisasi persiapan MotoGP ini sangat penting dilakukan untuk menyatukan persepsi agar gelaran balapan tingkat dunia itu benar-benar berhasil. Terlebih, tahun ini merupakan yang kelima kalinya Mandalika sebagai tuan rumah.

"Rakor ini sangat penting sebagai bentuk kolaborasi dan gotong royong untuk menyusukan event MotoGP yang kelima ini," tegas Maya.

Untuk menyukseskan kegiatan itu, kata Maya, masyarakat tak bisa hanya mengandalkan Injourney maupun MGPA saja. Namun, hal ini membutuhkan kerja-kerja bareng agar semua terasa ringan.

"Ini memang tidak bisa hanya dilakukan hanya dengan ITDC saja, tapi harus gotong royong dari kementerian dan lembaga lainnya, dan juga pelaku wisata dengan ini kita tau bahwa MotoGP ini adalah event pariwisata," imbuh Maya.

Berdasarkan data yang telah diterima, Injourney mencatat bahwa hingga saat ini sebanyak 66 permintaan extra flight (penerbangan tambahan) di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bizam) Lombok. Penerbangan itu bukan hanya dari dalam negeri saja, tetapi dari luar negeri juga.

"Itu dari Garuda Indonesia, Pelita Airline maupun Citilink akan menambah flight dari H-5, bahkan ada Air Asia dengan animo yang terus bertambah kita akan tambah," bebernya.

Menurutnya, keberadaan event MotoGP ini bukan hanya berdampak pada sektor ekonomi. Tetapi akan menjadi branding gratis bagi NTB ke seluruh stasiun TV yang menanyangkan balapan di dunia.

"Dari sisi branding juga sangat luar biasa. Makanya slogan kita sekarang itu Mandalika Mendunia. Karena Mandalika ini kita harapkan mampu membandingkan Indonesia ke kancah dunia," katanya.

Di sisi lain, Maya menyampaikan jika tahun ini terdapat hal yang sangat menarik dan cukup dinantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Yaitu penampilan pertama dua pembalap lokal, Mario Aji dan Veda Ega Pratama.

"Tahun ini sangat spesial karena akan ada dua anak bangsa yang akan race dan ini akan menjadi kebanggaan yang luar biasa bahwa kita mulai diperhitungkan," tegasnya.

Selain itu, dari sisi SDM. Injourney saat ini telah memberikan kepercayaan penuh terhadap seluruh pekerjaan teknis akan dilakukan oleh masyarakat lokal. Seperti, Marshal, tiketing, administrasi, cleaning servis dan lainnya.

"Dari sisi SDM. Kita jadi ga sudah berkomitmen bahwa semua SDM dari pekerja lokal, bahkan kita ekspor SDM ke Jepang, Malaysia. Jadi luar biasa NTB ini mampu tampil di kancah internasional," pungkasnya.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads