Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami 270 kali erupsi dalam 24 jam terakhir, yakni pada Selasa (15/9/2026) pukul 00.00-24.00 Wita. Pijar erupsi Gunung Ile Lewotolok juga tampak pada Selasa malam.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, mengatakan erupsi terjadi saat cuaca cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat, dengan suhu udara 24-32 derajat Celsius.
Baca juga: Gunung Ile Lewotolok Meletus Lagi Malam Ini |
"Teramati 270 kali letusan dengan tinggi 100-200 meter dan warna asap putih dan kelabu. Erupsi disertai lontaran material pijar dan dentuman/gemuruh intensitas lemah hingga sedang. Lontaran lava pijar teramati dari radius puncak," kata Nanda dalam keterangan resmi yang diterima detikBali, Rabu (16/9/2026).
Nanda mengatakan saat erupsi visual Gunung tampak jelas hingga berkabut. Asap kawan bertekanan lemah berwarna putih.
Letusan diiringi 127 kali embusan, 2 guguran, 3 kali tremor nonharmonik, 5 kali hybrid atau fase banyak, vulkanik dangkal, dalam dan tektonik jauh hanya sekali kejadian.
"Status Gunung Ile Lewotolok level II waspada," imbuhnya.
Dia mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok atau pendaki dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer (km) dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat erupsi aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernafasan.
"Juga menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," tandasnya.
Simak Video "Video: Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 5 Km"
(nor/nor)