detikBali

Bupati Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat Gempa hingga 27 September

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bupati Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat Gempa hingga 27 September


Ambrosius Ardin - detikBali

Kondisi di posko pengungsian Mbay 2, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/2026). (Yufengki Bria/detikBali)
Kondisi di posko pengungsian Mbay 2, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/2026). (Yufengki Bria/detikBali)
Nagekeo -

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari. Status tanggap darurat diperpanjang hingga 27 September 2026.

Perpanjangan status tanggap darurat berlaku mulai 14 September 2026. Sebelumnya, masa tanggap darurat berlangsung selama 30 hari sejak 15 Agustus 2026 dan berakhir pada 13 September 2026.

"Status tanggap darurat bencana gempa bumi diperpanjang sampai tanggal 27 September," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Remigius Jago, Selasa (15/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perpanjangan status tanggap darurat kedua tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nagekeo tertanggal 14 September 2026.

ADVERTISEMENT

Gempa susulan yang masih terjadi di Nagekeo menjadi pertimbangan perpanjangan masa tanggap darurat. Penanganan kedaruratan dan pemantauan gempa bumi susulan masih diperlukan setelah status tanggap darurat sebelumnya berakhir.

"Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sampai dengan tanggal 12 September 2026 masih terjadi aktivitas gempa bumi susulan sehingga diperlukan kesinambungan penanganan, perlindungan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penanganan dampak bencana," demikian salah satu poin pertimbangan perpanjangan status tanggap darurat dalam SK Bupati Nagekeo tersebut.

Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), diketahui termasuk salah satu wilayah yang terdampak parah gempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu dan gempa-gempa susulan.

Akibat gempa tersebut, 20 orang meninggal dunia, 34 orang luka berat dan 139 orang luka ringan. Sebanyak 81.077 orang juga mengungsi.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads