Nasib 47 karyawan dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kelurahan Mande, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berubah. Mereka yang sebelumnya disebut akan diberhentikan kini batal dipecat dan kembali bekerja dengan sistem rolling (bergilir)
"Tidak jadi diberhentikan," kata karyawan dapur MBG Mande, Nurhidayah kepada detikBali, Jumat (11/9/2026).
Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan yang dituangkan dalam surat kesepakatan bersama. Surat itu ditandatangani pihak Mitra Dapur MBG, Perwakilan Karyawan, Kepala SPPG, Asosiasi Mitra, dan Ketua RT 03 Mande.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersama Siti Rahma menandatangani surat kesepakatan yang mewakili seluruh karyawan," ungkap dia.
Dalam surat kesepakatan tersebut terdapat empat catatan yang disepakati bersama. Yakni seluruh karyawan melengkapi administrasi BGN, siap bekerja dengan sistem rolling setiap hari, siap mengikuti aturan SOP, dan jika jumlah penerima manfaat (PM) sudah 2.700 orang maka seluruh 47 karyawan akan dipekerjakan.
"Intinya karyawan lama tetap bekerja seperti biasa dengan sistem rolling. Kesepakatan ini kami buat dalam keadaan sadar. Tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun," ungkap dia.
Perwakilan Mitra Dapur MBG Mande, Gunawan, menegaskan pemecatan karyawan dapur MBG keliru. Sebab, sejak awal para karyawan telah diinformasikan akan dipekerjakan dengan sistem bergilir.
Menurut Gunawan, persoalan tersebut hanya terjadi karena miskomunikasi. "Dari awal tidak ada persoalan sebenarnya. Hanya miskomunikasi saja," katanya.
Gunawan berharap kesepakatan tersebut membuat persoalan serupa tidak kembali muncul. Terlebih, dapur MBG Mande baru kembali beroperasi setelah terkena suspend cukup lama oleh BGN.
"Semuanya klir dan para karyawan sudah bisa bekerja lagi," jelas Gunawan.
Setelah kepastian tersebut diperoleh melalui penandatanganan surat kesepakatan, sebagian karyawan mulai bekerja kembali. Sementara sebagian lainnya pulang ke rumah masing-masing.