Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng kini dipindahkan sepenuhnya ke rumah sakit lapangan (RSL) di Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemindahan layanan kesehatan dilakukan karena RSUD Ruteng mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu.
Seluruh pasien, termasuk yang selama ini dirawat di tenda-tenda darurat di halaman RSUD Ruteng, telah dipindahkan ke tenda-tenda medis RSL Bandara Frans Sales Lega.
RS lapangan di bandara tersebut telah beroperasi sekitar seminggu terakhir. Terdapat puluhan tenda medis di RSL bandara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, semua sudah di RS Lapangan Bandara," kata Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Ruteng, Rosa Delima Agusta Jeni Moa, Jumat (11/9/2026).
Jeni tak menjelaskan detail proses pemindahan, termasuk jumlah pasien yang dipindahkan ke tenda-tenda darurat RSL Bandara. Humas RSUD Ruteng Yohana R.D. Mari dan Direktur RSUD Ruteng Oktavianus Yanuarius Ampur belum menanggapi permintaan konfirmasi.
RS lapangan awalnya dibangun di Stadion Golo Dukal, Ruteng, seusai gempa. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan telah mengunjungi RSL di Golo Dukal beberapa hari setelah gempa M 7,7.
Belakangan, RSL dipindahkan ke Bandara Frans Sales Lega. Yohana dan Yanuarius belum menanggapi permintaan penjelasan tentang alasan pemindahan RSL ke Bandara Frans Lega.
Kepala Bandara Frans Sales Lega, Punto Widaksono, mengatakan pembangunan RSL di bandara dilakukan atas permintaan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Lambertus Paput, Tim Kementerian Kesehatan, dan WHO pada 22 Agustus lalu.
Pada 27 Agustus, tenda-tenda medis RSL Bandara mulai dibangun.
"Satu minggu kemudian peresmian dan langsung beroperasi," kata Punto.