Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) mengintervensi stunting di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Intervensi stunting dilakukan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Sekretaris Perum Bulog, Dhana Putra Prasetya, Desa Sakra dipilih sebagai lokasi intervensi karena menjadi salah satu wilayah dengan tingkat stunting cukup tinggi di Lombok Timur. Intervensi menyasar sebanyak 155 bayi di bawah lima tahun (balita).
"Desa Sakra salah satu area yang memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi. Kenapa kita melaksanakannya di gudang Bulog? Kami ingin memanfaatkan tempat Bulog ini sebagai salah satu anchor-nya. Jadi di mana Bulog berada, ring satu dari tempat kami beroperasi itu juga bisa tertangani dengan baik," kata Dhana, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tiga bulan ke depan, terang Dhana, Bulog akan melakukan pendampingan, baik itu dalam memperbaiki pola asuh orang tua dan juga pemenuhan gizi. Namun, Dhana menekankan fokus utama kegiatan bukan sekadar memberikan bantuan fisik berupa beras atau susu, melainkan mengubah perilaku dan pola asuh orang tua.
Setelah masa pendampingan tiga bulan selesai, tim dari Bulog Peduli, akan kembali ke Lombok Timur untuk mengevaluasi perkembangan kesehatan para balita serta memastikan kebiasaan pola asuh sehat telah terbentuk secara berkelanjutan.
"Harapannya setelah 3 bulan ini, apa yang sudah dilaksanakan secara kontinu bisa menjadi kebiasaan dan budaya pengasuhan, pemberian gizi, dan bagaimana memantau kesehatan para balita," jelas Dhana.