detikBali

Wagub NTT Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Korban Gempa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wagub NTT Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Korban Gempa


Simon Selly - detikBali

Wagub NTT, Jhoni Asadoma saat diwawancarai, Senin (7/9/2026)
Foto: Simon Selly
Kupang -

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Jhoni Asadoma mendesak aparat kepolisian menindak tegas pelaku kekerasan seksual di lokasi pengungsian korban gempa Flores. Ia menyoroti potensi kerawanan keamanan dan kekerasan seksual di tenda-tenda darurat.

Jhoni Asadoma mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dari dengan pemerintah kabupaten hingga tingkat desa, serta kepolisian untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kita akan koordinasi di tingkat pemerintah desa hingga kepolisian untuk menjaga hal ini tidak terjadi lagi," ujar Jhoni, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta kepolisian, untuk segera memproses hukum tindakan-tindakan yang tidak terpuji sesuai aturan yang berlaku.

"Dan kami juga meminta agar kepolisian memproses tindakan-tindakan yang tidak terpuji seperti itu sesuai hukum yang berlaku. Yang melakukan kekerasan harus ditangkap dan di proses secara hukum," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Jhoni, melakukan kejahatan di tengah bencana merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan."Karena melakukan kejahatan di saat bencana itu lebih tidak manusiawi," katanya.

"Untuk itu kita berharap, aparat keamanan bisa lebih cepat memberikan kenyamanan bagi warga pengungsi gempa Flores yang masih berada di tenda-tenda darurat," harap Jhoni.

Hal serupa disampaikan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, ia menyoroti potensi kekerasan seksual di lokasi pengungsian. Ia menegaskan anak laki-laki maupun perempuan sama-sama berpotensi menjadi korban.

"Anak-anak laki-laki maupun perempuan mempunyai potensi yang sama menjadi korban kekerasan seksual," jelasnya.

Untuk mencegah hal itu, Emilia meminta pemerintah daerah segera memetakan dan memisahkan fasilitas toilet untuk perempuan dan anak.

"Kita berharap, pemerintah daerah harus bisa memetakan atau memisahkan toilet untuk perempuan dan anak," tandasnya.

Ia juga meminta kepolisian hadir memberikan rasa aman bagi para korban yang masih tinggal di tenda pengungsian."Kita minta untuk kepolisian harus bisa memberikan kenyamanan bagi korban yang saat ini masih berada di tenda pengungsian," pungkasnya.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads