Seorang wasit yang memimpin pertandingan Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban pemukulan oleh pelatih seusai pertandingan. Wasit tersebut bernama Fredi.
Fredi dipukul di bagian rahang kiri setelah meniup peluit panjang tanda pertandingan antara Black Crown melawan Komodo United berakhir. Akibat kejadian tersebut, Fredi sempat terluka di rahang kiri dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden tersebut terjadi di Stadion Ora Flobamorata, Labuan Bajo, Jumat (4/9/2026) sore. Terduga pelaku merupakan pelatih Komodo United berinisial MN. Dalam pertandingan tersebut, Komodo United kalah 0-1 dari Black Crown. Video yang memperlihatkan aksi MN memukul Fredi itu viral di media sosial.
Dalam video itu terlihat MN berlari ke tengah lapangan menuju posisi berdiri Fredi. Fredi tidak menyadari kehadiran karena posisinya membelakangi. Tangan kanan kemudian terlihat memukul rahang kiri Fredi.
Fredi kemudian berlari menjauhi MN. Sejumlah pemain ikut mengejar Fredi. Beruntung sejumlah aparat keamanan yang sudah masuk ke dalam lapangan berhasil melindungi Fredi. Sementara hakim garis terlihat berlari menyelamat diri.
Informasi yang dihimpun, Fredi menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Pipi kiri bagian dalam mengalami luka robek hingga berdarah. Rahangnya mengalami lebam. Fredi sudah kembali ke rumahnya.
"Sudah pulang ke rumah," ujar Rikar, salah satu keluarga Fredi, Sabtu (5/9/2026).
Panitia Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 belum memberi penjelasan atas insiden tersebut. Panitia menjadwalkan menggelar konferensi pers pada sore ini.
"Iya (konferensi pers terkait insiden pelatih memukul wasit)," kata ketua panitia, Ahyar Abdi.