2.469 Orang Terserang ISPA Pascagempa di Manggarai Barat

Ambrosius Ardin - detikBali
Jumat, 04 Sep 2026 22:23 WIB
Ilustrasi - Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (20/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)
Manggarai Barat -

Sebanyak 2.469 warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu. ISPA menjadi masalah kesehatan terbanyak dari 10 teratas diagnosis seluruh pasien pascagempa di daerah tersebut.

"ISPA merupakan diagnosis terbanyak dengan 2.469 kasus atau 19 persen," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Theresia P Asmon dalam keterangannya, Jumat (4/2026).

Perempuan yang akrab disapa Ney itu menjelaskan ISPA menyerang balita hingga warga lanjut usia (lansia). Menurutnya, ISPA lebih banyak dialami oleh kelompok usia balita dan anak.

"Pola masalah kesehatan berubah menurut usia. ISPA dominan pada balita dan anak. Pola dewasa lebih beragam, sedangkan hipertensi sangat menonjol pada lansia," ujar Ney.

Ney mengatakan terdapat sebanyak 12.967 pasien dirawat pascagempa di puluhan fasilitas kesehatan di Manggarai Barat. Data itu tercatat di 26 Puskemas pada periode tiga pekan terakhir, yakni 15 Agustus-4 September 2026.



Simak Video "Video BNPB Update Korban Gempa NTT: 100 Tewas, 1.603 Luka"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork