Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berencana menertibkan ratusan pedagang tidak tetap yang berjualan di area depan dan pelataran parkir Pasar Kebon Roek, Ampenan. Penataan dilakukan untuk membuat kawasan pasar lebih tertib dan menghilangkan kesan kumuh.
Kepala Pasar Kebon Roek, Malwi, mengatakan dari total 928 pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut, sekitar 600 pedagang merupakan pedagang tetap yang telah terdata secara resmi. Sementara, terdapat 228 pedagang tidak tetap yang selama ini berjualan di bagian depan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pedagang yang ada di bagian (luar) itu yang akan kami masukkan. Nanti kalau tempatnya sudah ditata dengan layak dan bagus, mereka akan berjualan di bagian dalam," kata Malwi saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
Rencana pemindahan 228 pedagang tersebut direncanakan dalam waktu dekat. Sayangnya, tidak semua pedagang akan serempak dipisahkan, sebab jumlah los kosong yang tersedia di bagian dalam pasar baru sekitar 160 unit dengan ukuran 2x2 meter.
"Jumlah pedagang ada 228 orang, jadi tidak bisa tertampung semua di los yang ada. Nanti akan kami upayakan bagaimana cara mengaturnya. Kemarin sudah mulai kami bangun fasilitas tambahan, nanti kami atur kembali," ujarnya.
Di sisi lain, meski 228 pedagang di area depan Pasar Kebon Roek belum menempati los pasar di bagian dalam, Malwi memastikan mereka tetap wajib membayar retribusi harian.
"Kalau berjualan di area pasar wajib kena retribusi Rp 1.000 per meternya, per hari. Pembagian retribusi ini ada aturan per meternya," jelasnya.
Malwi menyebut, keberadaan ratusan pedagang di area depan pasar diakui cukup membantu menutupi target retribusi harian Pasar Kebon Roek. Adapun target penarikan retribusi Pasar Kebon Roek mencapai Rp 2.260.000 per hari.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk mempercantik dan menata Pasar Kebon Roek. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja dan menghilangkan kesan kumuh.
"Kami akan tata supaya tidak ads kecemburuan sosial. Kami juga akan tertibkan (pedagang), khususnya yang ada di depan pasar. Area di depan pagar itu khususnya untuk parkiran, tetapi selama ini kan diduduki oleh pedagang," kata Kepala Disdag Kota Mataram, Irwan Harimansyah saat dikonfirmasi detikBali, sebelumnya.
"Kami akan siapkan lahan di dalam pasat serta mengimbau pedagang yang ada di depan (pagar) untuk berdagang di dalam. Supaya bagus, keadaan pasar (jadi) bersih," sambungnya.