Presiden Prabowo Subianto meminta warga terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersabar. Menurut Prabowo, situasi diperkirakan baru relatif aman dalam tiga pekan ke depan.
"Menurut para ahli kita butuh kurang lebih, sabar mungkin maksimal tiga minggu lagi ya baru relatif aman semuanya," ujar Prabowo dalam sambutannya di Lapangan Berdikari Danga, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Prabowo mengatakan setelah situasi relatif aman, pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara), memperbaiki rumah-rumah warga, dan melakukan penanganan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meminta para pengungsi mempercayakan proses tersebut kepada pemerintah. Prabowo menegaskan pemerintah akan terus hadir membantu warga terdampak.
"Jadi percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri. Kita hadiri dan terus membantu saudara-saudara," tegas Prabowo di hadapan ribuan pengungsi.
Prabowo juga memastikan pemerintah akan membangun NTT hingga seluruh Indonesia. Pembangunan dilakukan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
"Kita akan bangun seluruh NTT, seluruh Indonesia kita bangun. Kabupaten demi kabupaten, kecamatan demi kecamatan, desa demi desa, rakyat kita harus hidup dengan baik," kata Prabowo disambut aplaus meriah dan ungkapan amin dari para pengungsi.
Gubernur dan Bupati Lapor Dampak Gempa
Dalam rapat koordinasi bersama Prabowo, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah pusat. Dia menyebut setiap kabupaten di Pulau Flores mendapat bantuan Rp 20 miliar, sedangkan Pemprov NTT mendapat Rp 40 miliar.
"Terima kasih Bapak Presiden. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan 20 miliar, dan provinsi 40 miliar itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi," jelas Laka Lena.
Laka Lena juga menyampaikan strategi pemenuhan kebutuhan dasar dengan menggerakkan toko dan kios masyarakat untuk menyediakan makanan, minuman, selimut, dan matras. Pembayaran akan dilakukan pemerintah.
Sementara itu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus melaporkan gempa M 7,7 menyebabkan 13 orang meninggal dunia, 13 luka berat, dan 118 luka ringan.
Dua rumah sakit di Nagekeo rusak dan tidak dapat melayani secara optimal. Sejumlah puskesmas juga terdampak sehingga pelayanan sementara dilakukan di luar gedung dengan tenda.
"Kabupaten Nagekeo juga sempat mengalami gangguan komunikasi selama dua hari pascagempa sehingga koordinasi sempat terkendala," katanya.