detikBali

Protes Kepsek SDN Inpres Nggeru Diisukan Diganti, Warga Blokade Jalan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Protes Kepsek SDN Inpres Nggeru Diisukan Diganti, Warga Blokade Jalan


Rafiin - detikBali

Aksi penutupan jalan di depan SDN Inpres Ngggeru, Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB, menolak pergantian Kepsek pada Rabu (26/8/2026).
Aksi penutupan jalan di depan SDN Inpres Ngggeru, Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB, menolak pergantian Kepsek pada Rabu (26/8/2026). (Foto: Istimewa)
Bima -

Akses jalan lintas Sila-Bajo tepatnya di depan SDN Nggeru, Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diblokir warga. Mereka protes lantaran Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Inpres Nggeru diisukan bakal diganti.

"Sejak tadi pagi jalan di tutup di depan SDN Inpres Nggeru," ucap seorang pengguna jalan Hermansyah (45), dikonfirmasi detikBali, Rabu (26/8/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab penutupan jalan menggunakan kayu dan bebatuan itu. Namun informasi yang diperoleh di lokasi, jalan ditutup berkaitan dengan mutasi Kepsek SDN Inpres Nggeru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepintas yang saya dengar tadi, warga yang menutup jalan menolak pergantian Kepsek," aku dia.

Akibat jalan ditutup, arus lalu lintas terganggu. Sebagian para pengendara terpaksa memutar balik haluan dan melintas di jalur alternatif lain yang cukup jauh. Sebagian lainnya memilih bertahan menunggu sampai akses jalan dibuka.

ADVERTISEMENT

"Tadi saya putar haluan karena buru-buru. Kalau menunggu jalan dibuka, bisa telat saya ke pasar Sila," tandasnya.

Seorang warga Nggeru, Syamsudin (35), mengaku aksi penutupan jalan terkait persoalan Kepsek SDN Inpres Nggeru, Jumrah yang diisukan akan diganti. Warga bereaksi menolak dan menyampaikan protes.

"Kepsek SDN Inpres Nggeru yang saat ini dijabat oleh pak Jumrah, isunya akan diganti oleh Kepsek baru bernama Aswad. Warga tidak terima sehingga menyampaikan protes dengan cara menutup jalan," katanya.

Warga menolak Kepsek baru dan meminta agar Kepsek lama tetap dipertahankan. Karena warga menilai Kepsek lama sudah banyak berbuat dan jasanya membangun SDN Inpres Nggeru. Sejak Jumrah menjadi Kepsek, SDN Inpres Nggeru dianggap banyak menorehkan prestasi.

"Kepsek lama dianggap sudah berjasa dan banyak mengukir prestasi. Warga tidak ingin SDN Inpres Nggeru diganti oleh Kepsek baru," katanya.

Kapolsek Bolo, Iptu M. Sofyan Hidayat, mengakui hal itu. Hingga kini aksi penutupan jalan masih berlangsung. Pihaknya tengah melakukan pendekatan persuasif meminta warga untuk membuka akses jalan.

"Masih berlangsung. Sejak pagi tadi kami lakukan pendekatan dan bernegosiasi dengan warga untuk membuka akses jalan yang ditutup," tandasnya.



(mud/mud)









Hide Ads