RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak parah akibat guncangan gempa magnitudo 7,7. Hal itu membuat pelayanan kesehatan hingga operasi pasien dilakukan di dalam tenda darurat.
detikBali mendatangi langsung RSUD Aeramo pada Jumat (21/8/2026). Kondisinya sangat parah, memprihatinkan, dan membahayakan keselamatan pasien maupun tim medis. Sebab, bangunnya banyak yang ambruk dan retak.
Keretakan itu terjadi di sejumlah ruangan. Dari sekian banyak ruangan, hanya radiologi saja yang masih beroperasi di dalam ruangan. Sementara ruangan lainnya tidak lagi berfungsi karena retak dan mengancam keselamatan petugas.
Sebagai antisipasi agar pelayanan kesehatan tetap berjalan, pemerintah dan instansi terkait mendirikan sejumlah tenda darurat yang digunakan untuk penanganan pasien. Namun, sejumlah tenda tak semuanya dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti alas lantai yang memadai.
Kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya debu di sekitaran lokasi. Ditambah lagi dengan hembusan angin kencang yang disertai debu.
Di lain sisi, suhu udara dalam tenda darurat itu sangat panas dan membuat pasien tak nyaman. Bahkan ada keluarga pasien yang menjaga keluarganya, terpaksa tidur di luar tenda hanya beralaskan sebuah tikar.
"Saya tidak nyaman karena panas di dalam," ujar salah satu pasien, Jumat.
Simak Video "Video BNPB Update Korban Gempa NTT: 100 Tewas, 1.603 Luka"
(nor/nor)