Gempa bumi susulan terus mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah bumi yang terus menggoyang tanah, para tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo, terus melayani pasien.
Maria Rosari Tjeme adalah satu dari sekian nakes Nagekeo yang berjuang merawat pasien di tengah gempa susulan. "Kami tetap melayani karena pasien itu sangat utama," ujar Maria kala ditemui detikBali di RSUD Aeramo, Jumat (21/8/2026).
Foto: Maria Rosari Tjeme saat ditemui di RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT, Jumat (21/8/2026). (Yufengki Bria/detikBali) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai kejadian, jumlah pasien RSUD Aeramo terus meningkat. Di satu sisi, guncangan gempa susulan terjadi setiap saat. Maria dan sejumlah nakes mesti selalu waspada dan siaga saat merawat pasien.
Perempuan yang berprofesi sebagai perawat itu menemukan banyak keluhan dari pasien korban gempa. Udara panas di dalam ruangan tenda darurat membuat pasien tak nyaman. Mereka kepanasan saat siang, tetapi udara dingin menembus kulit-kulit pasien kala malam.
Pos komando (posko) darurat juga tanpa alas sehingga menimbulkan masalah kesehatan baru bagi pasien. Mereka mengalami batuk dan pilek karena terpapar debu. Bed pasien juga sangat terbatas.
Maria yang mengemban amanah sebagai Kepala Ruangan Rawat Inap Kelas III itu kerap pulang-pergi selama bekerja merawat pasien gempa. Seusai piket, ia pulang ke rumahnya di RT 04, Desa Nggolombay, Kecamatan Aesesa, Nagekeo.
Selain sebagai perawat, Maria juga berstatus korban gempa. Rumahnya juga mengalami kerusakan total dan tak bisa dihuni lagi. Maria dan keluarganya kini menginap di posko darurat yang dibangun di samping rumahnya. "Jadi kami ada 16 kepala keluarga yang terdampak dan rumahnya rusak total," ungkap Maria.
Dokter spesialis bedah RSUD Aeramo, Gde Rastu Adi Mahartha, setali tiga uang dengan Maria. Gde tetap menjalankan tugas operasi meski gempa susulan terus menggoyang Nagekeo.
"Kurang lebih sudah enam orang pasien yang kami operasi setelah kejadian gempa pada Sabtu (15/8/2026)," kata Gde.
Para petugas medis yang tetap melaksanakan tugas di tengah gempa susulan diamini Direktur RSUD Aeramo, Chandrawati. Nakes baru diistirahatkan beberapa hari untuk menenangkan diri dan mengurus keluarganya bila ada yang terdampak gempa.
"Beberapa petugas medis juga terdampak gempa sehingga kami izinkan untuk istirahat dan bisa menenangkan diri," ungkap Chandrawati.
