detikBali

RI Belum Buka Pintu Bantuan Asing untuk Gempa NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan

RI Belum Buka Pintu Bantuan Asing untuk Gempa NTT


Tim detikNews - detikBali

Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (20/8/2026). Rumah sakit tersebut menggunakan tenda-tenda darurat di halaman rumah sakit guna mengantisipasi dampak gempa susulan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8). ANTARA FOTO/Gecio Viana/app/nym.
RSUD Komodo rawat pasien di tenda pascagempa. Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA
Kupang -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia masih mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menilai bantuan asing belum diperlukan untuk saat ini.

"Saat ini fokus penanganan adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat dipenuhi melalui kapasitas dan sumber daya nasional yang dimiliki," kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dilansir Antara, Kamis (20/8/2026) dilansir detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum membutuhkan bantuan asing, Indonesia tetap mengapresiasi perhatian dan solidaritas dari negara-negara sahabat. Sejumlah negara diketahui telah menawarkan bantuan untuk membantu korban dan mendukung proses pemulihan pascagempa.

Yvonne mengatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono juga telah menyampaikan terima kasih kepada sejumlah duta besar negara sahabat atas kepedulian mereka terhadap kondisi di NTT.

ADVERTISEMENT

"Kami menilai hal tersebut amat bermakna bagi kami pada masa yang sulit ini," katanya.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan mengenai isu bantuan untuk NTT akan dibahas dalam pertemuan antara Menlu Sugiono dan Menlu China Wang Yi saat Dialog Komprehensif Strategis (CSD) Indonesia-China pada Jumat (21/8/2026), Yvonne mengatakan hal itu kini masih akan dibahas lebih lanjut.

Sebelumnya dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/8), Juru Bicara Kemlu China Lin Jian mengatakan pemerintah China terus memantau perkembangan bencana tersebut dan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan Indonesia.

"China bersedia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia," ucap Lin Jian, sembari mengonfirmasi adanya sejumlah WN China yang terluka dalam gempa di NTT itu.

Selain itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa yang terjadi di NTT. Teheran mengatakan siap mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkena dampak.

Dilansir kantor berita IRNA, Selasa (18/8), Pezeshkian mengirim pesan belasungkawa ke Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (16/8) waktu setempat. Dalam pesan itu, katanya, Pezeshkian menyampaikan simpati atas korban jiwa dan luka-luka akibat gempa tersebut.

"Dalam keadaan sulit ini, sambil mengumumkan kesediaan kami untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis apa pun, saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan pengampunan kepada para korban, kesembuhan yang cepat bagi yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas," tambahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa M 7 di NTT per hari ini Kamis (20/8) mencapai 75 orang. Sementara itu, BNPB mencatat bantuan yang dikirim selama periode 15-18 Agustus mencapai 398 ton. Sebanyak 165 ton bantuan di antaranya dikirim melalui jalur udara.

Baca selengkapnya di detikNews



(nor/nor)









Hide Ads