Juara Lomba Lari 10K di Dompu Cuma Dapat 3 Gelas, Ortu Ngamuk

Faruk - detikBali
Rabu, 19 Agu 2026 12:14 WIB
Orang tua protes ke camat karena anaknya hanya dapat gelas juara lomba lari di Dompu, NTB. (Foto: dok. Instagram @mbojoinside)
Dompu -

Juara lomba lari 10 kilometer di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), hanya mendapat hadiah tiga gelas kaca. Tak terima dengan hadiah tersebut, orang tua peserta mengamuk hingga terlibat adu mulut dengan panitia.

Aksi protes itu terjadi di Kantor Camat Kilo pada Selasa (18/8). Video kejadian tersebut kemudian viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, seorang pria yang diketahui bernama Ibrahim memprotes hadiah yang diterima anaknya. Anak Ibrahim diketahui menjadi juara 1 dalam lomba lari yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI tersebut.

Ibrahim tidak terima anaknya yang menjadi juara hanya diberi tiga buah gelas kaca. Padahal, sebelumnya panitia penyelenggara mengumumkan total hadiah sebesar Rp 2 juta untuk para juara, baik kategori laki-laki maupun perempuan.

"Lari kemarin tidak masuk akal, cuma hadiah gelas," kata pengunggah video yang dilihat detikBali Rabu (19/8/2026).

Orang tua peserta lomba kemudian menduga hadiah yang disediakan telah ditilap oleh panitia penyelenggara. Sebab, hadiah uang tunai yang dijanjikan dalam pengumuman tidak direalisasikan.

"Masa cuma dikasih gelas tiga biji, tidak sesuai dengan yang dijanjikan," ujarnya.

Dalam video tersebut, Ibrahim tak hanya melontarkan protes. Dia sempat melemparkan gelas kaca ke arah Camat Kilo dan panitia.

Beruntung, lemparan tersebut tidak tepat sasaran. Ibrahim kemudian kembali mengambil pecahan kaca dan mengarahkannya ke para panitia.

Melihat kemarahan Ibrahim, Camat Kilo Rusdi pun naik pitam. Rusdi memegang kerah baju Ibrahim hingga adu mulut antara keduanya tak terhindarkan.

Rusdi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku terlibat adu mulut dengan orang tua peserta untuk memberikan klarifikasi terkait ketidaksesuaian hadiah yang dijanjikan.

"Saya pegang baju dia itu dengan tujuan untuk meredakan emosinya dia. Bukan apa-apa," jelas Rusdi.

Menurut Rusdi, ketidaksesuaian hadiah terjadi karena miskomunikasi antar panitia berbagai mata lomba. Uang untuk lomba lari maraton disebut telah digunakan untuk membeli hadiah lomba lain.

"Berkaitan dengan itu, untuk hadiah memang sudah direncanakan oleh seksi olahraga. Tapi ternyata ada miss komunikasi antara panitia dengan Bendahara," tuturnya.

Rusdi mengaku kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan dengan menggunakan uang pribadinya sebesar Rp 2 juta. Uang itu digunakan untuk menutupi kekurangan agar nama baik Pemerintah Kecamatan Kilo tetap terjaga.

"Sudah saya selesaikan pada hari itu juga kemarin, tidak ada lagi yang mempersoalkan, para pemenang juga sudah menerima hadiah mereka masing-masing," ujarnya.



Simak Video "Menjelajahi Desa Pengumpul Madu Hutan di Sumbawa"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork