Pencarian empat korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin yang hilang di perairan Sekotong, Lombok Barat, diperpanjang satu hari hingga Rabu (19/8/2026). Hingga hari ketujuh operasi SAR, Selasa (18/8), tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan keempat korban.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhammad Hariyadi mengatakan keputusan memperpanjang operasi SAR diambil berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari berbagai unsur SAR, pihak terkait, dan keluarga korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Didasarkan dari permintaan keluarga untuk menambahkan dan memaksimalkan operasi SAR tinggal satu hari," kata Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Selasa (18/8/2026).
Hariyadi mengatakan perpanjangan operasi tersebut menjadi bentuk komitmen tim SAR gabungan untuk terus berupaya menemukan empat korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
"Keluarga selalu update terkait pencarian ini ke kami. Harapan mereka semoga korban bisa ditemukan dan kami tetap berupaya," tutup Hariyadi.
Sudah sepekan proses pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Sekotong.
Berbagai sarana dan prasarana (alut) telah dikerahkan dalam operasi pencarian. Tim melakukan pemantauan melalui udara menggunakan helikopter dan pesawat, sementara kapal menyisir wilayah perairan. Pencarian di daratan juga dilakukan oleh sejumlah tim SAR.
Area pencarian pun telah diperluas hingga mencapai ribuan mil laut persegi. Bahkan, operasi pencarian telah menyasar hingga wilayah selatan Pulau Jawa.
Berikut empat korban hilang KMP Putri Yasmin:
1. Yasir Arafat (37) asal Mataram, NTB
2. Selvina Rambu Mayi (28) asal Sumba, NTT
3. I Made Sutarjana (55) asal Denpasar, Bali
4. Slamet Yulianto (41) asal Denpasar, Bali.