Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung dalam suasana tegang. Gempa susulan mengguncang lokasi upacara beberapa saat sebelum peringatan detik-detik Proklamasi dimulai, Senin (17/8/2026) pagi.
Gempa terjadi saat peserta dan petugas tengah mempersiapkan pelaksanaan upacara. Peserta sempat panik akibat guncangan tersebut. Pelaksanaan upacara pun terlambat dimulai.
Meski demikian, upacara tetap dilanjutkan. Peserta yang hadir juga dibatasi karena mempertimbangkan kondisi bencana gempa bumi yang masih terjadi di wilayah Flores.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum pelaksanaan apel sempat panik karena ada gempa susulan, tapi dengan smangat yang kuat dari pesertaapel tetap dilanjutkan dengan penuh khidmat," kata Camat Lamba Leda Timur Rikardus Ronaldo Yasman.
Rikardus mengatakan pelaksanaan upacara sebenarnya telah direncanakan sebelumnya. Namun, konsep pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut.
Upacara digelar secara sederhana. Anak-anak sekolah tidak dilibatkan dalam upacara. Atraksi hiburan dan acara lain setelah upacara juga ditiadakan.
"Sesuai arahan/instruksi Pemkab (upacara) tetap dilaksanakan sesederhana mungkin, tanpa melibatkan anak-anak sekolah, tanpa atraksi dan acara lain, namun tetap dijalankan dengan khitmad dan singkat," jelas Rikardus.
"Karena bencana kita laksanakan dengam sederhana. Yang hadir teman-teman ASN kantor camat, guru dan kepala desa sekitaran kantor camat," imbuh dia.
1.624 Gempa Susulan di Flores
Kondisi tegang itu terjadi di tengah masih berlangsungnya gempa susulan di Flores, NTT. Hingga Senin (17/8) siang, tercatat 1.624 gempa bumi susulan terjadi di wilayah tersebut dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,2.
Sejumlah gempa susulan juga terjadi saat upacara peringatan detik-detik Proklamasi berlangsung.
Di Labuan Bajo, Manggarai Barat, warga merasakan guncangan keras saat gempa susulan terjadi sekitar pukul 08.48 Wita. Warga terlihat berhamburan keluar rumah.
"Gempa, gempa," teriak mereka.
Gempa susulan masih terjadi beberapa kali setelah itu. Warga Labuan Bajo berharap rangkaian gempa tersebut segera berakhir.
Mereka mengaku masih dihantui ketakutan setelah gempa pertama berkekuatan M 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu.
"Kami takut, tiap hari masih ada gempa susulan,," ujar Maria.