Bencana di NTT Mirip dengan Gempa 1992, Ahli Ungkap Penyebabnya

Nikita Rosa - detikBali
Senin, 17 Agu 2026 04:30 WIB
Foto: Salah satu rumah rusak di Kabupaten Bima akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bima)
Jakarta -

Gempa bumi 7,7 magnitudo mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa yang berpusat di 30 kilometer (km) timur laut Nagekeo ini sempat memicu peringatan tsunami hingga pukul 07.30 WIB.

Dilansir dari detikEdu, karakteristik gempa ini ternyata mirip dengan kejadian serupa pada 1992. Jarak kedua lokasi gempa bahkan kurang dari 40 km. Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (FITB ITB), Irwan Meilano.

"Apabila kita melihat dari mekanisme gempa serta lokasi gempa, maka gempa ini sangat berdekatan dan memiliki kemiripan dengan kejadian gempa di Flores pada tahun 1992. Waktu itu magnitudonya mencapai 7,9 dan diikuti dengan tsunami yang sangat tinggi," kata Irwan melalui laman ITB.

Irwan melihat tingginya tsunami pada 1992 dipengaruhi oleh longsoran bawah laut yang terjadi setelah gempa. "Kenapa? Karena diikuti dengan longsor di bawah laut sehingga tsunaminya tinggi," ujarnya.

Gempa dan tsunami Flores 1992, berdasarkan laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menelan hingga 2.500 korban jiwa.

Irwan berharap kondisi serupa tidak terjadi pada gempa kali ini meskipun memiliki magnitudo dan lokasi yang serupa dengan gempa 1992. Faktor pemicu tsunami juga perlu menjadi perhatian.

Meski peringatan tsunami sudah dihentikan, aktivitas gempa susulan masih perlu menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan BMKG, puluhan gempa susulan telah tercatat setelah gempa utama dengan magnitudo hingga 6,2.

"Mudah-mudahan dalam gempa ini, walaupun magnitudonya mirip, yang dahulu 7,9 sekarang 7,7, lokasinya pun berdekatan tidak sampai 40 kilometer, tetapi tidak diikuti dengan longsoran bawah laut sehingga tsunaminya tidak setinggi tsunami tahun 1992," jelas Irwan.



Simak Video "Video BNPB Update Korban Gempa NTT: 100 Tewas, 1.603 Luka"


(hsa/hsa)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork