detikBali

Viral Pegawai KSOP Labuan Bajo Aniaya Karyawan Pelabuhan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Pegawai KSOP Labuan Bajo Aniaya Karyawan Pelabuhan


Ambrosius Ardin - detikBali

Tangkapan layar video pegawai KSOP Kelas III Labuan Bajodiduga aniaya petugas jaga portal parkir di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (13/8/2026). (Foto: Istimewa)
Tangkapan layar video pegawai KSOP Kelas III Labuan Bajo diduga aniaya petugas jaga portal parkir di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (13/8/2026). (Foto: Istimewa)
Manggarai Barat -

Seorang pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo diduga menganiaya seorang petugas jaga portal parkir di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi kekerasan fisik itu terekam kamera pengawas atau CCTV hingga viral di media sosial (medsos).

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto membenarkan insiden kekerasan fisik tersebut. Namun, Stephanus belum mengungkap identitas pelaku dan belum mengetahui pemicu penganiayaan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KSOP Kelas III Labuan Bajo akan melakukan pemeriksaan internal terhadap pegawai yang bersangkutan untuk memperoleh fakta dan keterangan secara objektif," kata Stephanus, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

Insiden penganiayaan itu terjadi pada Kamis (13/8) malam. Korban diketahui bernama Engelbertus Abun.

Berdasarkan video yang beredar, pegawai KSOP Labuan Bajo tersebut terlihat berpakaian dinas. Wajahnya tak terlihat dan posisinya membelakangi kamera saat menganiaya korban.

Pegawai tersebut lantas menampar dan memukul kepala dan wajah korban. Total sebanyak empat kali dia menampar dan memukul korban berdasarkan rekaman CCTV itu.

Sementara itu, korban tampak tak melawan saat dianiaya. Korban lantas berjalan mundur hingga masuk ke dalam ruangan. Pegawai KSOP itu kemudian menyusul masuk ke dalam ruangan tersebut dan terlihat tangannya memukul korban.

Belum diketahui kondisi korban akibat penganiayaan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, korban juga belum menanggapi permintaan konfirmasi dan belum merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp (WA) detikBali.



(iws/iws)









Hide Ads