Siswa SD di Manggarai Meninggal Diduga Rabies Usai Digigit Anjing Sendiri

Ambrosius Ardin - detikBali
Kamis, 13 Agu 2026 13:16 WIB
Foto: Ilustrasi anjing rabies. (Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska)
Manggarai Barat -

Seorang siswa sekolah dasar (SD) asal Kampung Dopo, Desa Rado, Kecamatan Cibal, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia dengan gejala terinfeksi rabies.

Korban bernama Gabriel ZM (7) itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng tadi dini hari. "Tadi malam jam 02.00 Wita meninggal dunia," kata Kepala Desa Rado, Bernadus Ncuang, Kamis (13/8/2026).

Korban menunjukkan gejala terinfeksi rabies selama menjalani perawatan medis. Seperti takut air, keluar air liur hingga berontak. "Dia muntah keluar air liur, kejang-kejang, lupa ingat, mamanya sendiri dia tidak kenal, takut air, dan berontak," jelas Bernadus yang ikut mendampingi korban saat dirujuk ke RSUD Ruteng.

Ia menjelaskan Gabriel sebelumnya digigit anjing peliharaannya sendiri pada awal Juli lalu. Sayangnya, korban tidak dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin antirabies (VAR).

"Digigit anjing pelihara sendiri awal Juli lalu, orang tuanya tidak lapor ke Pustu (Puskesmas Pembantu) dan ke Desa," terang Bernadus.

Gabriel baru menunjukkan gejala terinfeksi rabies tiga hari lalu. Dia langsung dibawa ke Puskesmas Pagal. Kemarin korban dirujuk ke RSUD Ruteng, tapi nyawanya tak tertolong.

"Begitu muncul gejala tiga hari lalu baru bawa ke Puskesmas Pagal. Dari Pagal rujuk ke RSUD Ruteng," jelas dia.



Simak Video "Video: Polisi Kirim Tim Psikolog Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri"

(hsa/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork