detikBali
Round Up

Misteri Pria Tewas Telanjang di Penginapan Usai Check In dengan Perempuan

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Misteri Pria Tewas Telanjang di Penginapan Usai Check In dengan Perempuan


Tim detikBali - detikBali

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan pria bernama Yanto Kristo Benu (32) di Wilma Penginapan 1, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (3/2026). (Yufengki Bria/detikBali).
Foto: Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan pria bernama Yanto Kristo Benu (32) di Wilma Penginapan 1, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (3/2026). (Yufengki Bria/detikBali).
Kupang -

Tewasnya Yanto Kristo Benu (32) di Wilma Penginapan 1, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menyisakan misteri. Polisi tengah mengumpulkan fakta-fakta terkait kematian Yanto yang mayatnya ditemukan tanpa busana itu.

Salah satu fakta yang terungkap, sebelum ditemukan meninggal di dalam kamar, Yanto sempat check in bersama seorang perempuan yang kini masih didalami identitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari keterangan sementara, memang dengan teman perempuan yang ikut masuk saat pemesanan kamar," ujar Kasatreskrim Polres Kupang AKP Helmi Wildan saat diwawancarai di lokasi, Selasa (4/8/2026).

Telusuri Identitas Perempuan yang Diajak Check In

ADVERTISEMENT

Wildan mengatakan perempuan tersebut belum diketahui identitasnya karena tidak tercatat dalam daftar check in penginapan. Berdasarkan keterangan saksi, perempuan itu juga disebut tidak menginap.

"Berdasarkan keterangan-saksi tadi, perempuan tersebut tidak menginap dan kami masih dalami," ungkap Wildan.

Yanto terakhir berkomunikasi dengan keluarganya pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat meninggalkan rumahnya di Jalan Beringin, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Yanto mengendarai sepeda motor Honda Beat merah berpelat DH 6089 CN.

Sejak itu, Yanto tidak lagi merespons saat dihubungi keluarganya hingga Minggu (2/8/2026) malam. Karena khawatir, keluarga kemudian melaporkan Yanto hilang ke Polresta Kupang Kota pada Senin (3/8/2026) dini hari.

"Komunikasi terakhir dengan keluarga itu sekitar jam 1 siang hari Sabtu itu," tutur Wildan.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari kamar yang ditempati korban. Barang bukti itu berupa sebuah kondom sutra, dompet berisi uang tunai Rp 1 juta, kartu ATM, sepasang sandal jepit, celana pendek, baju, jaket, sisa air minum mineral, sisa bungkus roti, dan sikat gigi.

"Jadi beberapa barang bukti ini sudah kami amankan di lokasi. Kemudian jenazahnya masih pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uli Kupang," terang Wildan.

Salah seorang karyawan Wilma Penginapan 1, Karlos Hambur (21), mengatakan Yanto datang sekitar pukul 14.30 Wita bersama seorang perempuan. Namun, perempuan itu berada di luar saat proses check in berlangsung.

"Setelah check in saya antar ke kamar nomor 4. Jadi perempuan yang dibawa itu wajahnya dan ciri-cirinya tidak terlihat jelas karena tertutup helm dan jaket," kata Karlos.

Menurut Karlos, setelah masuk ke kamar, Yanto tidak lagi terlihat beraktivitas di sekitar penginapan maupun keluar membeli makanan. Hingga korban ditemukan meninggal, KTP miliknya masih berada di meja resepsionis.

"Saya kan lepas piket itu sekitar pukul 19.30 Wita jadi tidak tahu lagi apakah dia sempat keluar atau tidak. Tetapi KTP masih ada dan tadi sudah diamankan," beber Karlos.

Karlos mengaku baru kembali bertugas pada Senin malam. Ia mengaku terkejut saat mengetahui Yanto ditemukan meninggal, sementara KTP korban masih berada di resepsionis.

"Saya kaget karena pengaruh saya juga tidak tahu (tiba-tiba ditemukan sudah meninggal)," pungkas Karlos.

Karyawan Ketakutan

Tewasnya Yanto membuat sejumlah karyawan penginapan panik dan ketakutan. "Awalnya saya ketuk pintu tiga kali tapi tidak ada jawaban sehingga teman saya bilang itu sepertinya tidak ada orang. Sehingga saya merasa ketakutan dan panik begitu," ujar karyawan Wilma Penginapan 1, Risna Goi (25), saat diwawancarai di lokasi, Selasa dini hari.

Risna menuturkan kala itu kamar tersebut tampak gelap karena lampunya tak dihidupkan. Merasa penasaran, Risna memberanikan diri untuk membuka pintunya. Kala itu, ia melihat sesosok bayangan di bawah tempat tidur.

Ia kemudian memanggil seorang temannya agar menghidupkan laser ponselnya. Betapa kagetnya Risna saat melihat Yanto dalam posisi terlungkup tanpa busana di bawah tempat tidur.

"Saya pas senter begini, saya melihat dalam kondisi telanjang. Saya langsung kaget dan gugup. Terus saya dengan teman langsung lari keluar," tutur Risna.

Meski demikian, Risna tak menyangka Yanto sudah tewas. Sebab, dirinya mengira mungkin dalam kondisi mabuk berat. Namun, salah satu karyawan memastikan pria itu tak lagi bernyawa, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat.

"Saya kira dia mabuk, ternyata sudah meninggal saat dicek oleh teman," kata perempuan asal Bajawa Kabupaten Ngada, NTT itu.

Sementara itu, adik kandung korban, Yohanis Imanuel Benu (22), menyebut kakaknya itu selama ini bekerja di gudang MPM Motor yang terletak di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Ia disebut sudah bekerja sekitar 10 tahun.

"Awal kakak masuk kerja, dia sebagai sopir yang antar motor ke beberapa daerah, tapi saat ini dia kerja di gudang saja," kata Yohanis.

Pamit ke Rumah Bos

Menurut Yohanis, saat pergi meninggalkan rumahnya, Yanto tak lagi mengangkat ponselnya walau dihubungi berulang kali oleh istri dan keluarganya. Hal itu membuat keluarga sempat khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Sebelum pamit, Yanto memberitahukan dirinya mau pergi ke rumah bosnya untuk selanjutnya bersama-sama mengantar beras. Sepengetahuan keluarga, Yanto akan kembali sehari setelahnya.

"Jadi biasanya begitu kalau dengan bos, kami tahu saja pasti kakak pulang satu hari kemudian. Sehingga saat itu, kami tidak cari karena tahu saja dengan bos," beber Yohanis.

Memasuki Minggu (2/8/2026) pagi, Yohanis dan ayahnya mulai merasa khawatir. Sang ayah lalu memerintahkan Yohanis untuk menelepon Yanto. Tetapi ponselnya tak aktif lagi.

"Itu kami telepon biasa dari pagi sampai jam 11 malam tidak aktif-aktif juga sehingga Bapak bilang ini sudah tengah malam jadi besok saja baru kita pergi lapor ke polisi," terang Yohanis.

Selanjutnya pada Senin pagi, ayah Yanto bersama seorang anak perempuannya langsung mendatangi Mapolresta Kupang Kota untuk membuat laporan orang hilang.

"Sampai sana polisi buat poster berita kehilangan untuk disebarkan ke media sosial," imbuh Yohanis.

Singkatnya, informasi meninggalnya Yanto baru didapati dari seorang tetangga bernama Eto sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu, Eto menyampaikan kepada keluarga bahwa Yanto ditemukan di Wilma Penginapan.

"Kakak Eto bilang cepat dengan keluarga ke Wilma Penginapan karena sudah banyak polisi di sana," urai Yohanis.

Dalam perjalanan ke lokasi, Yohanis hanya mendoakan agar kakaknya itu dalam kondisi baik-baik saja. Namun, saat tiba, polisi memberitahukan bahwa Yanto sudah meninggal dengan posisi terlungkup.

"Saya dalam hati semoga kakak baik-baik saja meskipun ada masalah apapun itu. Tapi pas sampai sini, polisi beritahu bahwa kakak sudah meninggal dengan posisi terlungkup," pungkas Yohanis.

Keluarga Sepakat Jenazah Diautopsi

Sementara itu, untuk menguak kematian Yanto, keluarga bersedia jenazahnya diautopsi. "Setelah kami berembuk, Bapak bilang alangkah baiknya jenazah diautopsi saja supaya bisa tahu penyebab kematiannya," ujar adik kandung korban, Yohanis.

Yohanis menjelaskan selama ini sang kakak sama sekali tak menginap di penginapan maupun hotel. Dia hanya sering pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya.

"Tapi habis itu dia langsung pulang kembali ke rumahnya," tutur Yohanis.

Menurut Yohanis, Yanto sudah memiliki dua orang anak, tetapi belum menikah secara agama. Di lain sisi, selama ini pasangannya merupakan aparat Desa Nasi, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Tadi juga baru istrinya datang setelah dapat kabar kejadian ini. Selama ini mereka belum menikah, tetapi sudah punya dua orang anak," terang Yohanis.

Dia berharap penyebab kematian kakaknya bisa diungkap secara terang benderang agar keluarga juga bisa mendapat kepastian hukum yang jelas.

Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randy Hidayat mengatakan jenazah tersebut sudah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uli Kupang hari ini.

"Sudah dilakukan autopsi. Sebab (penyebab) kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," kata Randy.



(hsa/nor)











Hide Ads