Nusra Sepekan

WN Inggris Tangisi Sampah di Sembalun-Mahasiswi Depresi 12 Kali Gagal Ujian

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 02 Agu 2026 17:59 WIB
Foto: Wakil Rektor IV Undana Philiphi de Rozari (kemeja putih) dan Dekan FKM Undana Apris Adu (batik hitam) saat memberikan keterangan pers mengenai mahasiswi yang depresi di FKM Undana, Jumat (30/7/2026). (Yufengki Bria/detikBali).
Mataram -

Berikut sejumlah peristiwa terpopuler di NTB dan NTT dalam sepekan terakhir: Pemuda 17 tahun tewas jatuh ke jurang Guung Rinjani, tiga anggota DPRD TTU yang intimidasi Dokter Icha dinonaktifkan, dan pembunuh mahasiswi Universitas Mataram ditangkap.

Kemudian, viral bule Inggris menangis lihat Bukit Pergasingan Sembalun dipenuhi sampah dan mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang depresi setelah 12 kali batal ujian proposal.

Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Nusra Sepekan di detikBali.

Pemuda 17 Tahun Tewas Jatuh ke Jurang

Pemuda berinisial IGA (17) asal Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tewas ketika melakukan pendakian spiritual di Gunung Rinjani, Senin (27/7/2026). Korban tewas setelah terjatuh dari jurang kedalaman 100 meter.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo, menerangkan korban merupakan salah seorang pendaki yang tergabung dalam pendakian spiritual. Korban mulai melakukan pendakian pada 26 Juli 2026, melalui jalur Desa Sambik Elen, Lombok Utara.

"Korban teregistrasi sebagai pendaki ritual. Berdasarkan komunikasi dengan rekan korban dari jalur Desa Sambik Elen Lombok Utara," jelas Astekita, Selasa (28/7/2026) malam.

Korban mengalami insiden tersebut ketika melewati jalur pendakian tepatnya di atas shelter Kebun Jeruk. Korban diduga kehilangan pijakan hingga terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter.

"Korban terjatuh ke arah jurang di di atas shelter Kebun Jeruk sebelum Banyu Urip dengan perkiraan kedalaman sekitar 100 meter," beber Astekita.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh rekan pendakian korban. Saat ditemukan, korban mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh dan diduga meninggal dunia di tempat.

"Berdasarkan keterangan rekan korban, korban dapat dijangkau tanpa menggunakan tali. Kondisi korban saat itu patah tulang di beberapa bagian tubuh dan tidak ada pergerakan sama sekali. Berdasarkan pengamatan yang bersangkutan korban diduga meninggal dunia," terang Astekita.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi yang berlangsung selama sehari. Jenazah korban berhasil dievakuasi pada Selasa sore dan dibawa melalui pintu pendakian Torean.

"Pukul 16.20 Wita, tim SAR gabungan yang membawa korban tiba di pintu pendakian Torean, selanjutnya korban dibawa menuju Puskesmas Senaru untuk serah terima bersama pihak keluarga," pungkas Astekita.



Simak Video "Video: Walhi Sampaikan 17 Isu Lingkungan untuk Gubernur Jabar"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork