Tumpahan oli mencemari perairan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak beberapa hari terakhir. Hal tersebut mengakibatkan para petani rumput laut dari delapan desa setempat terancam gagal panen.
"Kami terancam gagal panen karena tumpahan oli mencemari laut, tempat kami budidaya rumput laut," ujar salah satu petani rumput laut, Erens Tihu, saat dihubungi detikBali, Minggu (2/8/2026).
Erens menjelaskan tumpahan oli itu ditemukan di Pantai Katabak, Pantai Buatuan, dan Pantai Batu Hopong. Adapun delapan desa yang terdampak terdiri dari Desa Huilelot, Onansila, Letbaun, Uiasa, Hansisi, Uitiuh Ana, Akle, hingga Desa Naikean.
"Gumpalan minyak mengapung di permukaan air bahkan menempel pada tanaman rumput laut. Kami sangat khawatir akan terjadinya gagal panen dalam skala besar," jelas Erens.
Erens menuturkan pencemaran tersebut mulai dirasakan masyarakat sejak pekan ini. Pencemaran oli itu juga mengakibatkan warna air laut menjadi kehitaman di sejumlah titik dan mengeluarkan bau menyengat yang terbawa angin hingga ke kawasan permukiman.
Kondisi tersebut, Erens berujar, membuat para petani semakin cemas karena tanaman rumput laut yang sebelumnya tumbuh subur mulai menguning dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Masyarakat pesisir Semau sendiri menjadikan budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama.
"Sehingga pencemaran yang terjadi saat ini menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan ekonomi kami masyarakat," tutur pria asal Desa Huilelot itu.
Erens mengungkapkan saat ini sebagian petani sudah memasuki masa panen, sementara sebagian lainnya baru selesai menanam bibit. Namun kini, semuanya berada dalam ancaman kerugian besar.
"Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, kami bisa kehilangan seluruh hasil panen. Rumput laut menjadi kotor, kualitasnya turun, bahkan sulit dijual karena sudah tercemar oli," ungkap Erens.
Menurut Erens, selama beberapa bulan terakhir ini harga jual rumput laut mulai kembali menggeliat. Ia merinci harga jual rumput laut kering mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.
Simak Video "Air Pomalaa Jadi Sorotan, Ini Fakta di Lapangan"
(iws/iws)