49 Sapi di TTS Mati Akibat Kedinginan

Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikBali
Kamis, 30 Jul 2026 12:59 WIB
Foto: Sapi milik warga di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, TTS, NTT, mati akibat kedinginan. (Dok. Disnak dan Keswan TTS, gambar diperjelas dengan AI)
Timor Tengah Selatan -

Sebanyak 49 sapi di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mati akibat kedinginan.

"Iya sesuai data teman-teman di lapangan, itu ada 49 ekor. Ada lagi 10 ekor belum ditemukan karena tadi saat turun ke Desa Tunua terjadi hujan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan TTS, Marthen Johanis Banunaek, Kamis (30/7/2026).

Marthen menjelaskan kejadian tersebut didapatkan berdasarkan laporan hasil penelusuran dan wawancara bersama masyarakat di lokasi. Sebanyak enam di antaranya adalah sapi jantan berumur dua tahun milik Yayasan Mitra Tani Mandiri. Selanjutnya, sapi milik warga lain yang berjumlah masing-masing satu hingga lima ekor juga mati dengan gejala yang sama.

Menurut Marthen, penyebab kematian ternak sapi yang dilaporkan oleh para pemilik adalah kedinginan sejak 24- 27 Juli 2026 karena hujan berkepanjangan. "Sapi mati dengan gejala gemetar dan roboh karena terjadi hujan selama tiga hari berturut-turut," jelas Marthen.

"Gejala sapi tiba-tiba roboh. Terakhir dilakukan vaksin SE (Septicemia Epizootica) pada bulan November dan Desember 2025," tutur Marthen.

Saat ini, Marthen berujar, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan TTS tengah melakukan pendataan dan survei di lapangan terkait kejadian tersebut. "Untuk sementara di Desa Tunua, itu dua dusun yang sapinya mati, yakni Dusun 2 terdapat 15 ekor dan Dusun 3 ada 34 ekor. Total keseluruhan 49 ekor," jelas Marthen.



Simak Video "Menelusuri Batu Unik di Pantai Kolbano NTT"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork