detikBali

Rayakan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Pesisir Paremas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Rayakan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Pesisir Paremas


Ahmad Viqi - detikBali

PT Bank NTB Syariah menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. (Foto: Dok. Bank NTB Syariah)
PT Bank NTB Syariah menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. (Foto: Dok. Bank NTB Syariah)
Mataram -

PT Bank NTB Syariah menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan itu mengusung prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank NTB Syariah. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, mengatakan penanaman bakau ini berkolaborasi dengan organisasi nirlaba Coral Reef Care dan Indonesia Biru Foundation (IBF). Kedua organisasi itu berfokus pada pelestarian terumbu karang serta konservasi laut dan edukasi literasi kelautan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove pada hari ini terasa sangat istimewa bagi kami di Bank NTB Syariah. Selain sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kepedulian lingkungan dan keberlanjutan (ESG), aksi hijau ini juga bagian dari rangkaian peringatan HUT Bank NTB Syariah ke-62 yang jatuh pada 5 Juli lalu," ujar Rully dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

Rully menjelaskan Bank NTB Syariah yang kini berusia 62 tahun tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis finansial dan teknologi digital berbasis syariah. Menurutnya, Bank NTB Syariah juga ingin memastikan keberlanjutan lingkungan hidup.

"Kami juga ingin memastikan pertumbuhan lembaga ini berjalan selaras dengan kelestarian alam," imbuhnya.

Rully menilai pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir, penyerap karbon yang efektif, sekaligus penopang ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, upaya menjaga ekosistem alami ini membutuhkan gotong royong dari berbagai pihak.

"Semangat keberlanjutan ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas pelestari lingkungan, akademisi, hingga sektor perbankan," kata Rully.

"Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga serta merawat bumi untuk generasi masa depan," pungkasnya.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads