Gempa bumi tektonik dengan magnitudo (M) 5,6, mengguncang sejumlah kabupaten di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 18.57 Wita. Gempa tersebut merusak bangunan Puskesmas Bati, Desa Nefokoko, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ya, ada plafon roboh dan berserakan akibat gempa bumi tadi malam," ujar Kepala Dinas Kesehatan TTS, Ria Tahun, kepada detikBali, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ria menjelaskan plafon yang roboh itu berada di bagian loket dan sejumlah ruangan lainnya. Namun, ia memastikan tak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
"Keselamatan petugas dan pasien, itu utama. Jadi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," jelas Ria.
Selain itu, Ria berujar, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tetap berjalan seperti biasanya. Kemudian jaringan listrik yang putus juga sudah diinstalasi kembali oleh PLN. Kemudian, Puskesmas Bati hanya melayani pasien rawat jalan dan gawat darurat, bukan rawat inap.
"Karena sangat berisiko sehingga sudah ada komunikasi dengan PLN untuk instalasi. Kemudian saat ini pelayanan kesehatan tetap berjalan," beber Ria.
Menurut Ria, plafon tersebut baru dikerjakan tahun 2025. Sehingga pihaknya akan mengecek ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proses renovasi kembali karena masih dalam tahap pemeliharaan.
"Beta (saya) sudah tanya ke PPK untuk bisa langsung diganti karena tahun lalu itu baru selesai dikerjakan. Jadi beta sudah kontak dia untuk ganti (renovasi)," kata Ria.
Ia mengaku belum sempat mengecek secara langsung kerusakan tersebut. Sebab, saat ini masih melayat di rumah duka Kepala Puskesmas Bati, Wati Kolimon, yang meninggal setelah gempa bumi tersebut.
"Beta belum cek karena karena Kapusnya (kepala puskesmas) meninggal, makanya kami masih melayat, sekaligus kami komunikasi dengan petugas Puskemas Bati," imbuh Ria.
Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 5.3 SR pada kedalaman 44 kilomter (km). Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,16° LS; 123,77° BT, atau berlokasi di darat pada jarak 18 km timur laut Kupang, NTT.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain itu, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas dan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti Kecamatan Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Oelamasi, Kabupaten Kupang.
Kemudian getaran juga dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan yang terjadi di Kota Kupang, Kota Soe, TTS, Kota Kefamenanu dan Kota Ba'a.
"Hingga pukul 18.24 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," jelas BMKG.