Sekelompok orang yang mengaku sebagai mantan anggota tim sukses (timses) Bupati dan Wabup Bima, Ady-Irfan, saat Pilkada 2024, menyegel SMPN 2 Wawo, Desa Raba, Kecamatan Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mereka menolak kepala sekolah (kepsek) baru karena tak sesuai usulan tim sukses. "Penyegelan ini murni sebagai bentuk penolakan kami terhadap Kepsek SMPN 2 Wawo yang baru bernama Sri Hartati," ucap Yusuf, seorang warga yang mengaku Koordinator Tim Pemenangan Ady-Irfan Desa Raba, dikonfirmasi detikBali, Sabtu (25/7/2026).
Yusuf mengaku penyegelan sekolah dilakukan bersama dengan seluruh Kordes Tim Pemenangan Ady-Irfan di Kecamatan Wawo. Mereka keberatan dan kecewa dengan Bupati Bima yang melantik Sri Hartati sebagai Kepsek SMPN 2 Wawo.
"Kami meminta Bupati Bima agar mempertimbangkan kembali Sri Hartati sebagai Kepsek SMPN 4 Wawo," ujarnya.
Menurut dia, nama Sri Hartati, Kepsek SMPN 2 Wawo yang baru tidak sesuai dengan usulan Kordes dan Korcam Tim Pemenangan Ady-Irfan. Ia meminta agar bupati melantik nama-nama yang diusulkan kordes dan korcam sebagai kepsek.
"Kami meminta nama-nama yang diusulkan kordes dan korcam diakomodasi dan diangkat sebagai kepsek," terang dia.
Yusuf mengeklaim permintaan itu sesuai dengan kesepakatan antara tim sukses dengan Ady-Irfan saat Pilkada 2024 dulu. Yakni, kepsek yang dilantik dan menempati jabatan harus berdasarkan usulan tim sukses.
"Sekarang kami menagih komitmen Bupati Bima," tandasnya.
Diketahui Bupati Bima, Ady Mahyudi melantik 274 pejabat struktural, fungsional dan administratif pada Rabu (22/7/2026). Sebagian besar adalah kepala sekolah dengan jumlah 264 orang dari jenjang TK, SDN, hingga SMPN.
Pelantikan 264 Kepsek itu berdasarkan Surat Keputusan nomor 821.2/440/07.2 Tahun 2026 tentang pengangkatan dan pemindahan dalam dan dari jabatan fungsional lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima.
Simak Video "Video K-Talk: SUPER JUNIOR-83z Punya 'Promise' Spesial buat E.L.F Indonesia"
(hsa/iws)